Aa Gym Beberkan Cara agar Tidak Ujub dengan Amal Perbuatan Kita

Ade Naura, Jurnalis · Kamis 13 Agustus 2020 17:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 13 330 2261753 aa-gym-beberkan-cara-agar-tidak-ujub-dengan-amal-perbuatan-kita-lWOTNOu9Fu.jpg KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). (Foto: Istimewa/Instagram)

TIDAK salah dengan manusia yang selalu ingin beramal baik dan mengharapkan pahala dari Allah Subhanahu wa ta'ala. Namun harus ingat bahwa hanya Allah Ta'ala yang bisa menilai dan menentukan perbuatan baik tersebut.

Sebagai manusia, haruslah tetap rendah diri dengan apa yang dikerjakan, bahkan jika itu perbuatan baik. Jangan sampai ada hal-hal buruk di balik perbuatan baik tersebut.

"Jadi kita tidak boleh menganggap bahwa Allah memerhatikan kita karena amal kita. Benar kita harus beramal, tetapi jangan ujub (sombong, red), seakan-akan karena amal inilah Allah menolong kita. Allah tidak terikat oleh amalan kita. Buktinya pada waktu kita belum bisa memberi amalan apa pun, Allah sudah memberi kepada kita," ujar KH Abdullah Gymnastiar atau lebih akrab disapa Aa Gym, dikutip dari akun Youtube-nya, Kamis (13/8/2020).

Baca juga: Ucapan Bisa Jadi Ladang Amal Salih, Ini Caranya Menurut Aa Gym 

Contohnya ketika di rahim ibu, kita belum bisa berdoa, beribadah, tidak ada amalan, tetapi Allah Subhanahu wa ta'ala sudah memberikan segalanya. Tidak pernah minta dilahirkan, namun Allah Ta'ala lahirkan. Begitupun saat masih janin, tidak bisa berbuat apa-apa, tetapi dicukupkan dan diurus oleh Allah Ta'ala.

"Maka dari itu, kita harus bisa memaksimalkan ibadah, ikhtiar, dan doa. Namun jangan menganggap Allah memerhatikan kita karena doa-doa yang kita minta. Yang penting kita berdoa dan beramal saja yang terbaik. Dan kalau nanti hasilnya tidak sesuai dengan yang kita minta, karena selama ini kita sudah mendapatkan banyak hal terbaik tanpa kita minta," ungkap Aa Gym.

Tanpa kita sadari, banyak hal terbaik yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala tanpa manusia pikirkan atau minta sekalipun. Contohnya mengenai diri sendiri, manusia memiliki otak untuk berpikir, bisa menelan makanan dengan baik, memiliki detak jantung, dan lain sebagainya. Itulah bagaimana Allah Ta'ala mengurus hamba-Nya.

"Maka fokuskanlah doa itu sebagai kepatuhan dan penghambaan kepada Allah. Jadi jangan menganggap bahwa doa sayalah. Itu namanya ujub. Karena tanpa doa juga, Allah sudah mengurus kita," tegas Aa Gym.

Baca juga: Aa Gym Ungkap Pentingnya Membangun Fondasi Tauhid Sejak Dini 

Doa harus lebih dari sekadar meminta. Hal yang berarti dalam berdoa adalah mempertegas dan memperjelas atas keyakinan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala sebagai Tuhan Yang Maha Esa. Dialah pemilik, penguasa, penentu, penggenggam atas segalanya.

"Manusia adalah makhluk yang tiada daya, Allah Yang Maha Kuasa. Kita tidak punya apa-apa, fakir, bahkan tubuh ini pun bukan milik kita. Allah pemilik segala-galanya. Kita ini bodoh, tidak tahu apa pun , kecuali sedikit ilmu yang Allah beri. Dan Allah Maha Tahu apa pun, kapan pun. Yang kita tahu dosa saja, dan itu pun ditutup-tutupi oleh Allah," paparnya.

Jika lebih diikhlaskan, doa akan menjadi pahala yang sangat mulia, jika benar-benar memelas berdoa kepada Allah. Tidak hanya dalam keadaan darurat baru berdoa.

Jangan pernah menganggap bahwa suatu hal yang terjadi atau terkabul itu dari doa sendiri. Sebab, itu termasuk perbuatan ujub terhadap amal yang dilakukan.

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Membangun Optimisme Hidup dengan Banyak Bersyukur atas Nikmat Allah 

Ilustrasi amal sedekah. (Foto: Shutterstock)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini