Selain saat Hujan, Ini 5 Waktu Mustajab untuk Berdoa

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 13 Agustus 2020 18:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 13 614 2261807 selain-saat-hujan-ini-5-waktu-mustajab-untuk-berdoa-g0ogBtYCWD.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

KETIKA hujun turun, maka ini adalah waktu yang mustajab atau tepat bagi umat Islam untuk berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebab saat hujan, maka doa-doa akan diijabah.

Ketua Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia (FKDMI) Jakarta Timur, Ustadz Asroni Al Paroya, mengatakan, salah satu waktu berdoa yang tidak pernah ditolak adalah ketika hujan

"Iya betul. Itu ada haditsnya," kata Asroni saat dihubungi Okezone, Rabu (8/1/2020).

Hadits yang menjelaskan tentang mustajabnya doa saat hujan yaitu:

ثِنْتَانِ مَاتُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِ وَ تَحْتَ الْمَطَرِ

Artinya: "Dua doa yang tidak pernah ditolak; doa pada waktu adzan dan doa pada waktu kehujanan," (HR. Hakim).

Ia melanjutkan, selain di dua waktu tersebut ada banyak waktu-waktu yang mustajab lainnya yang diajarkan oleh Rasulullah. Yaitu di antaranya:

Baca juga: Kisah Heroik Nabi Daud Taklukkan Raja Jalut dengan Ketapel

1. Doa antara adzan dan iqamat

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

لاَيُرَدُّ الدُّعَاءُ بَيْنَ اْلآذَانِ وَاْلإِقَامَةِ

Artinya: "Doa tidak akan ditolak antara adzan dan iqamah," (Sunan Abu Daud, kitab Shalat 1/144 No. 521. Sunan At-Tirmidzi).

2. Bangun malam

Dari 'Amr bin 'Ash radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

مَا مِنْ عَبْدٍ بَاتَ عَلَى طُهُوْرٍ ثُمَّ تَعَارُ مِنَ اللَّيْلِ فَسَأَلَ اللَّه مِنْ أَمْرِالدُّنْيَا اَوْ مِنْ أَمْرِ اْلآخِرَةِإِلاَّ أَعْطَاهُ

Artinya: "Tidaklah seorang hamba tidur dalam keadaan suci lalu terbangun pada malam hari kemudian memohon sesuatu tentang urusan dunia atau akhirat melainkan Allah akan mengabulkannya," (Sunan Ibnu Majah).

3. Saat berbuka puasa

Dari Abdullah bin 'Amr bin 'Ash radhiyallahu 'anhu bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

أَنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ دَعْوَةٌ لاَ تُرَدُ

Artinya: "Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa pada saat berbuka ada doa yang tidak ditolak," (Sunan Ibnu Majah).


4. Sepertiga malam terakhir

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

يَتَنَزَّلُ رَبَّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلُّ لَيْلَةٍ إلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا حِيْنَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ اْلآخِرِ فَيَقُوْلُ مَنْ يَدْعُوْنِيْ فَأَسْتَجِبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلْنِيْ فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُ نِيْ فَأَغْفِرَلَهُ

Artinya: "Sesungguhnya Rabb kami yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi turun setiap malam ke lano Aku akan mengampuninya," (Shahih Al-Bukhari).

5. Hari Jumat

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Abul Qasim Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ فِيْ يَوْمِ الْجُمْعَةِ لِسَاعَةٌ لاَ يُوَافِقُهَا مُسْلِمٌ قَائِمٌ يُصَلِّيْ يَسْأَلُ اللَّه خَيْرًا إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَقَالَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا يُزْهِدُهَا

Artinya: "Sesungguhnya pada hari Jumat ada satu saat yang tidak bertepatan seorang hamba muslim sholat dan memohon sesuatu kebaikan kepada Allah melainkan akan diberikan padanya, beliau berisyarat dengan tangannya akan sedikitnya waktu tersebut," (Shahih Al-Bukhari).

"Namun, apa pelajaran yang bisa kita ambil setelah kita mengetahui waktu-waktu yang paling mustajab bahkan tidak akan ditolak apa yang menjadi permintaan dan permohonan kita? Pelajaran yang bisa kita ambil adalah, begitu luasnya Rahman (kasih sayangnya) Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada setiap hambaNya yang meminta kepadanya bahkan bukan hanya pada waktu-waktu yang telah disebutkan tadi," tutur Ustadz Asroni.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini