Kisah Heroik Nabi Daud Taklukkan Raja Jalut dengan Ketapel

Saskia Rahma Nindita Putri, Jurnalis · Kamis 13 Agustus 2020 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 13 614 2261733 kisah-heroik-nabi-daud-taklukkan-raja-jalut-dengan-ketapel-R9cFpq5NpQ.jpg Ilustrasi baju besi (Foto: Mordhau)

NABI Daud alaihissalam merupakan utusan Allah Subhanahu wa Ta'ala ke-17 yang diamanatkan untuk menyampaikan wahyu, memberi peringatan dan mengarahkan kaum Bani Israil ke arah yang benar selepas peninggalan Nabi Musa dan Harun. Kisah Nabi Daud dapat dilihat pertama kali dalam Alquran, Surah Al-Baqarah ayat 246:

أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلْمَلَإِ مِنۢ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ مِنۢ بَعْدِ مُوسَىٰٓ إِذْ قَالُوا۟ لِنَبِىٍّ لَّهُمُ ٱبْعَثْ لَنَا مَلِكًا نُّقَٰتِلْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ۖ قَالَ هَلْ عَسَيْتُمْ إِن كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلْقِتَالُ أَلَّا تُقَٰتِلُوا۟ ۖ قَالُوا۟ وَمَا لَنَآ أَلَّا نُقَٰتِلَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَقَدْ أُخْرِجْنَا مِن دِيَٰرِنَا وَأَبْنَآئِنَا ۖ فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ ٱلْقِتَالُ تَوَلَّوْا۟ إِلَّا قَلِيلًا مِّنْهُمْ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌۢ بِٱلظَّٰلِمِينَ

Artinya: “Apakah kamu tidak memperhatikan pemuka-pemuka Bani Israil sesudah Nabi Musa, yaitu ketika mereka berkata kepada seorang Nabi mereka: "Angkatlah untuk kami seorang raja supaya kami berperang (di bawah pimpinannya) di jalan Allah". Nabi mereka menjawab: "Mungkin sekali jika kamu nanti diwajibkan berperang, kamu tidak akan berperang". Mereka menjawab: "Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal sesungguhnya kami telah diusir dari anak-anak kami?". Maka tatkala perang itu diwajibkan atas mereka, merekapun berpaling, kecuali beberapa saja di antara mereka. Dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang zalim,” (QS. Al-Baqarah [2]:246).

“Dalam ayat tersebut, dikisahkan bahwa tadinya mereka (Bani Israil) mengatakan 'Kami pasti berjihad' (tetapi ketika ada perintah itu malah banyak yang berpaling). Sudah berjanji mau berjihad tatkala diwajibkan jihad, terjadi apa yang dikhawatirkan oleh Nabi mereka, ternyata mereka banyak berpaling, cuma sedikit yang mau berjihad," kata dai muda Ustadz Firanda Andirja, dikutip dari channel YouTubenya, Kamis (13/8/2020).

Permintaan akan seorang raja dari kaum Bani Israil ini dipenuhi, kemudian Allah Subhanahu wa Ta'ala menunjuk Talut, seorang pria miskin namun kaya akan ilmu dan kekuatan tubuh. Namun nyatanya perintah Allah tersebut dibantah oleh mereka.

“Talut ini orang miskin, biasanya yang akan menjadi raja adalah orang-orang dari keturunan raja, begitupun dengan nabi-nabi yang memiliki keturunan dari salah satu golongannya yang sama. Sementara Talut bukanlah dari keturunan nabi maupun raja, dan dia orang miskin. Waktu Nabi mereka bilang Allah utus Talut jadi raja, mereka protes. Katanya, kok bisa dia jadi raja yang menguasai mereka?” katanya.

Baca juga: Boleh Gak Sih Hafalan Alquran Dijadikan Mahar Menikah?

Pertentangan dari kaum Bani Israil ini lantaran mereka merasa Talut tidak pantas karena Talut dari golongan orang miskin dan bukan keturunan raja, yang mana seorang raja menurut mereka adalah harus datang dari keturunan raja dan kaya akan harta.

Lalu Nabi Daud mereka mengatakan: “Wahai Bani Israil, Allah sudah pilihkan bagi kalian, Allah sudah pilihkan dia (Talut) sebagai raja. Dan Allah sudah berikan kepada Talut yaitu kelebihan kelapangan dalam ilmu dan kekuatan tubuh. Menjadi raja adalah tentang siapa yang Allah kehendaki, bukan harus dari keturunan raja. Allah maha luas karunianya dan Allah maha mengetahui,".

“Bukti nyata ditunjuknya Talut sebagai raja oleh Allah adalah datangnya tabut kepada mereka. Maka, saat momen itu terjadi, di mana tabut datang dibawakan oleh malaikat di depan mereka, barulah mereka mau menjadikan Talut sebagai raja,” imbuh Ustadz Firanda.

Saat menjadi raja, Talut kemudian membawa serta pasukan Bani Israil untuk berperang melawan Jalut, yang telah merebut negeri Bani Israil dan menawan anak-anak mereka. Mendekati medan perang, pasukan Talut yang sedikit, hanya sekitar 300 orang, merasa tak sebanding ketika melihat pasukan Jalut yang begitu banyak hingga mencapai ribuan. Mereka merasa tak mampu untuk melawan pasukan Jalut.

“Saat itu maju mereka melawan Jalut, Jalut berbadan besar, tidak ada yang berani melawan dia, dia hebat dalam pertempuran. Namun karena sikap serah diri mereka kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dapat membawa pasukan Talut menang dalam pertempuran," tuturnya.

Bagaimana pasukan Talut yang sedikit dapat menang melawan Jalut? Di antara ratusan orang di pasukan Talut, ada seorang pria yakni Nabi Daud yang berhasil membunuh Jalut. Ia dengan berani menerima tantangan Jalut yang meminta seseorang dari pasukan Talut untuk melawannya.

Meski sempat diremehkan oleh Jalut yang berbadan besar, namun Nabi Daud yakin mampu mengalahkan Jalut. Tidak disebutkan proses Daud membunuh Jalut, namun dalam Israiliyah diceritakan bahwa Daud membunuh Jalut dengan menggunakan ketapel atas izin Allah Ta'ala.

“Dalam sebagian israiliyah, disebutkan Daud itu pengembala kambing dan dia suka pakai ketapel, misalnya kalau ada serigala mau makan kambingnya, nanti diambil batu dia putar-putar lalu dia lempar pakai ketapel. Makanya dia ahli dalam melempar batu. Waktu lawan Jalut dia tidak kontak langsung, dia ambil batu lima buah, lalu ia putar-putar, saat dilempar pakai ketapel langsung kena kepala Jalut dan meninggal dunia,” ungkapnya.

Konsep peperangan zaman dahulu ialah duel antar pemimpin, di mana saat salah satu pemimpin telah berhasil ditumbangkan, maka otomatis pasukannya akan jatuh semangatnya dan dapat dengan mudah dikalahkan telak oleh pasukan lawan.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

“Itulah pertama munculnya Daud jadi tenar di kalangan Bani Israil. Maka Allah berikan kepada Daud kerajaan dan Allah berikan Daud kenabian. Ada yang mengatakan setelah itu Talut menyerahkan kerajaannya kepada Nabi Daud. Dengan tawadhunya Nabi Daud dengan rendah hatinya ia, maka Talut pun menyerahkan kerajaannya kepada Nabi Daud. Sejak saat itulah mulai muncul seorang yang dia raja dan sekaligus nabi, ialah Nabi Daud," terang Ustadz Firanda.

Nabi Daud banyak diberi keistimewaan oleh Allah. Allah mengajarkannya ilmu yang dikehendaki. Ciri utama dari Nabi Daud adalah memiliki kekuatan dan senantiasa kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Di antara keistimewaan Nabi Daud, Allah berfirman, “Sungguh Kami telah berikan karunia kepada Nabi Daud. Wahai gunung-gunung, burung-burung, bertasbihlah dengan Nabi Daud. Lalu, kami jadikan besi itu menjadi lunak bersama Nabi Daud a.s.”

“Sebagian tafsir menyebutkan di antara mukjizat yang Nabi Daud miliki, ia kalau pegang besi nanti besinya jadi lembek. Enggak perlu dibakar atau dipanaskan. Ia pegang seperti pegang kertas atau kain, sehingga ia mudah membentuk sesuatu dari besi. Seperti baju besi,” jelasnya.

Baca juga: 4 Nabi yang Dipercayai Masih Hidup Sampai saat Ini

Dari kelebihan itulah Nabi Daud jadi pandai mengolah besi menjadi baju perang untuk menjaga pasukan Bani Israil saat peperangan. Sebelumnya, orang-orang terdahulu telah membuat baju perang namun dari lempengan besi yang rawan jika terkena pedang. Di zaman Nabi Daud, dibuat dari lingkaran-lingkaran besi sehingga kalau terkena pedang maka akan mampu mematahkan pedang itu.

“Makanya Allah beri keberkahan bagi Nabi Daud, waktu yang pendek jadi terasa lama bagi Nabi Daud. Contohnya saat memasang pelana di kuda atau untanya, Nabi Daud mampu sekaligus baca Kitab Zabur dengan cepat. Waktunya singkat tetapi sudah banyak yang ia baca," ucap Ustadz Firanda.

Saat bertasbih, suara Nabi Daud juga begitu merdu. Kemampuan lain yang dimiliki Nabi Daud ialah mampu menyelesaikan permasalahan antara dua orang yang sedang bersengketa hingga ditemukan solusi yang bijak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini