Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Muslimah Wajib Berhijab untuk Jaga Kemuliaan sebagai Perempuan

Mustafidhotul Ummah , Jurnalis-Sabtu, 22 Agustus 2020 |10:33 WIB
Muslimah Wajib Berhijab untuk Jaga Kemuliaan sebagai Perempuan
Ilustrasi Muslimah. (Foto: Unsplash)
A
A
A

BERHIJAB adalah sebuah kewajiban khusus Muslimah untuk menutupi auratnya supaya menjaga kemuliaan sebagai perempuan. Hijab bukan soal tren atau fashion, namun ketentuan dari Allah Subhanahu wa ta'ala dan sudah ditetapkan dalam kitab suci Alquran.

Bahkan Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan kepada kaum Hawa yang sudah akhil baligh wajib mengenakan hijab. Kebanyakan dari kita untuk menunda menggunakan hijab dengan alasan "belum siap". Lantas adakah di pikiran jika dipanggil Allah Subhanahu wa ta'ala dalam keadaan belum berhijab? Naudzubillah min zalik.

Baca juga: Buya Yahya Jelaskan Hukum Menitipkan Anak kepada Orangtua 

Maka itu ayo sama-sama sebagai Muslimah yang salihah untuk menutupi aurat supaya tidak menjadi orang yang merugi. Sudah ditentukan dalam Alquran Surah Al Ahzab Ayat 59, Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ قُل لِّأَزْوَٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَٰبِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰٓ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

"Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin: Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Ilustrasi Muslimah. (Foto: Freepik)

Lakukanlah perintah Allah Azza wa jalla dan segeralah menutup aurat karena merupakan langkah yang baik untuk ke depannya dan menambah keimanan.

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Seseorang akan diuji sesuai dengan kadar agamanya. Apabila agamanya kuat, maka ujian akan semakin ditambah. Apabila agamanya tidak kuat, maka ujian akan diringankan darinya."

"Rambut Anda tidak boleh diliat oleh ipar dan sepupu Anda. Tapi kalau bapak, anak, keponakan, kakek, mertua, dan mantu Anda boleh melihat rambut Anda. Tapi orang yang bukan mahram enggak boleh," tutur KH Yahya Zainul Ma'arif atau akrab disapa Buya Yahya, pimpinan Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al Bahjah Cirebon, dikutip dari akun Youtube Al Bahjah TV, Sabtu (22/8/2020).

Baca juga: Dahsyatnya Puasa Asyura Menghapus Dosa-Dosa, Ini Penjelasan Buya Yahya 

Setelah mantap menutup aurat dan menggunakan hijab, ada baiknya menyeleksi teman. Maksudnya supaya keimanan tidak tergoda. Bertemanlah dengan orang yang dapat membawa ke jalan yang baik.

Rasululah Shallallahu alaihi wa sallam mengingatkan, "Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap." (HR Bukhari nomor 5534 dan Muslim 2628)

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement