Dahsyatnya Puasa Asyura Menghapus Dosa-Dosa, Ini Penjelasan Buya Yahya

Saskia Rahma Nindita Putri, Jurnalis · Jum'at 21 Agustus 2020 14:33 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 21 330 2265368 dahsyatnya-puasa-asyura-menghapus-dosa-dosa-ini-penjelasan-buya-yahya-B9SH1aQPag.jpg Buya Yahya. (Foto: Youtube Al Bahjah TV)

MUHARRAM menjadi salah satu bulan suci yang dimuliakan selain Ramadhan dalam kalender Islam. Maka itu, banyak yang tidak mau tertinggal memanfaatkan momen baik ini untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala dengan menjalankan berbagai amalan.

Dari banyaknya amalan yang dapat dilakukan di bulan Muharram, salah satu yang paling diutamakan adalah Puasa Asyura atau puasa yang dilaksanakan pada tanggal 10 Muharram. Terkait Puasa Asyura, hukumnya ialah sunah.

Baca juga: Ini Jadwal Puasa Tasu'a, Asyura, Ayyamul Bidh di Bulan Muharram 1442H 

Hal ini berdasarkan riwayat sahabat Mu'awiyyah Radhiyallahu anhu, "Aku mendengar Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam bersabda: Hari ini adalah hari Asyura. Allah tidak mewajibkan atas kalian berpuasa padanya, tetapi aku berpuasa, maka barang siapa yang ingin berpuasa maka berpuasalah. Dan barang siapa yang ingin berbuka (tidak berpuasa) maka berbukalah." (HR Al Bukhari dan Muslim)

"Bagi yang mau berpuasa, silakan. Bagi yang tidak, diperbolehkan berbuka," jelas Buya Yahya, dikutip dari akun Youtube Al Bahjah TV, Jumat (21/8/2020).

Baca juga: Keajaiban 10 Muharram, Nabi Adam Tobat hingga Yunus Keluar dari Perut Ikan 

Keutamaan dari mengamalkan Puasa Asyura disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, yang berisi, "Aku berharap dengan berpuasa satu hari di bulan Muharram tanggal 10, Allah akan mengampuni dosa-dosaku yang lalu."

Oleh karena itu, sangat dianjurkan menunaikan puasa ini. Keutamaannya sampai para sahabat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, salah satunya Ibnu bin Abbas, berkata, "Waktu Rasulullah berpuasa di hari Asyura, kemudian menyuruh orang untuk berpuasa, orang-orang berkata: Ya Rasulullah. Kau perintahkan, kau ajak kami berpuasa di 10 Muharram, di mana hari itu adalah hari yang diagungkan oleh umat lain."

Dalam hadis riwayat Muslim, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam berkata, "Kalau seandainya aku hidup di tahun yang akan datang, niscaya aku akan berpuasa di tanggal 9-nya."

"Dalam hadis ini dipahami oleh para ulama hendaknya disunahkan lagi selain di tanggal 10 Muharram untuk berpuasa di tanggal 9 Muharram juga agar berbeda dengan umat agama lainnya," ungkap Buya Yahya.

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: 3 Hal Baik yang Bisa Dilakukan di Tahun Baru Islam 1 Muharram 

Ilustrasi puasa. (Foto: Shutterstock)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini