Ini Jadwal Puasa Tasu'a, Asyura, Ayyamul Bidh di Bulan Muharram 1442H

Mustafidhotul Ummah, Jurnalis · Jum'at 21 Agustus 2020 08:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 21 614 2265244 ini-jadwal-puasa-tasu-a-asyura-ayyamul-bidh-di-bulan-muharram-1442h-6GseiqqHjr.jpg Ilustrasi. (Foto: Freepik)

UMAT Islam telah memasuki tahun baru Islam 1 Muharram 1442 Hijriah yang bertepatan pada Kamis 20 Agustus 2020. Dalam bulan Muharram yang suci ini kaum Muslimin disarankan lebih giat menjalankan berbagai ibadah, salah satunya adalah puasa sunah.

Terdapat beberapa hadis bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menyarankan umatnya melaksanakan puasa sunah pada bulan Muharram.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم : أَفْضَلُ الصِّيَامِ، بَعْدَ رَمَضَانَ، شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ

"Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Sebaik-baik puasa setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, bulan Muharram." (HR Muslim)

Baca juga: Keajaiban 10 Muharram, Nabi Adam Tobat hingga Yunus Keluar dari Perut Ikan 

Maksud dari hadis tersebut bahwa puasa bulan Muharram merupakan puasa yang utama atau yang terbaik setelah puasa wajib di bulan Ramadhan.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، - رضى الله عنه - قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ "‏ أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ

"Dari Abu Huraira, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Puasa terbaik setelah Ramadhan adalah bulan milik Allah Subhanahu wa ta'ala, Al Muharram, dan sholat terbaik setelah yang wajib adalah yang dilakukan pada malam hari." (HR Muslim)

Berikut ini puasa-puasa sunah yang bisa ditunaikan pada bulan Muharram:

Puasa Tasu'a

Puasa Tasu'a dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram atau tahun ini bertepatan dengan Jumat 28 Agustus 2020. Puasa Tasu'a dilakukan untuk membedakan umat Islam dengan Yahudi.

"Di antara bulan Muharram ada satu hari yang sangat istimewa adalah 10 Muharram atau Asyura, akan tetapi lebih hebat lagi jika ditambahkan tanggal 9 agar berbeda karena tanggal 10 Asyura merupakan puasa hari yang biasanya dilakukan oleh orang Yahudi," jelas Buya Yahya, dikutip dari akun Youtube Al Bahjah TV, Jumat (21/9/2020).

Dijelaskan dalam riwayat Ibnu Abbas Radhiyallahu anhuma bahwa ketika Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam melakukan puasa hari Asyura dan memerintahkan kaum Muslimin untuk melakukannya, ketika itu ada yang berkata:

يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى.

"Wahai Rasulullah, hari ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nashrani."

Lantas Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam mengatakan:

فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ – إِنْ شَاءَ اللَّهُ – صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِعَ

"Apabila tiba tahun depan –insya Allah (jika Allah menghendaki)– kita akan berpuasa pula pada hari kesembilan."

Ibnu Abbas mengatakan:

فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّىَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-.

"Belum sampai tahun depan, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam sudah keburu meninggal dunia." (HR Muslim nomor 1134)

Baca juga: 3 Hal Baik yang Bisa Dilakukan di Tahun Baru Islam 1 Muharram 

Imam Asy Syafii dan ulama Syafiiyyah, Imam Ahmad, Ishaq, dan selainnya mengatakan bahwa dianjurkan (disunahkan) berpuasa pada hari kesembilan dan kesepuluh sekaligus; karena Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam berpuasa pada hari kesepuluh dan berniat (berkeinginan) berpuasa juga pada hari kesembilan. (Lihat Syarh Muslim, 8: 12–13)

Ibnu Rajab mengatakan, "Di antara ulama yang menganjurkan berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram sekaligus adalah Imam Asy Syafii, Imam Ahmad, dan Ishaq. Adapun Imam Abu Hanifah menganggap makruh jika seseorang hanya berpuasa pada hari kesepuluh saja." (Lihat Latho-if Al Ma’arif, halaman 99)

Puasa Asyura

Puasa Asyura dilakukan pada 10 Muharram setelah Puasa Tasu'a. Puasa ini memiliki keutamaan sendiri.

Rasullullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

"Puasa Asyura aku memohon kepada Allah agar dapat menghapus dosa setahun yang lalu." (HR Muslim 1162)

Imam An-Nawawi berkata: "Keutamaannya menghapus semua dosa-dosa kecil. Atau boleh dikatakan menghapus seluruh dosa kecuali dosa besar." (Majmu’ Syarah al-Muhadzzab, an-Nawawi 6/279)

Dijelaskan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam sangat bersemangat berpuasa pada hari Asyura. Ibnu Abbas berkata:

مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ إِلاَّ هَذَا الْيَوْمَ: يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَهَذَا الشَّهْرَ يَعْنِي شَهْرَ رَمَضَانَ

"Aku tidak pernah melihat Nabi benar-benar perhatian dan menyengaja untuk puasa yang ada keutamaannya daripada puasa pada hari ini, hari Asyura dan puasa bulan Ramadhan." (HR Bukhari nomor 2006 dan Muslim 1132)

Puasa Ayyamul Bidh

Puasa sunah Ayyamul Bidh juga bisa dilaksanakan pada pertengah bulan Muharram 1442 Hijriah. Puasa yang ditunaikan setiap tanggal 13, 14, dan 15 kalender hijriah tersebut pada bulan Muharram ini bertepatan dengan tanggal 1, 2, dan 3 September 2020.

Puasa ayyamul bidh memiliki keutamaan sangat besar, karena pahalanya sama seperti melakukan puasa sepanjang tahun. Hal ini berdasarkan hadis dari Abdullah bin Amr bin Al Ash, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ

"Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun." (HR Bukhari nomor 1979)

Kemudian dalam riwayat dari Abu Dzar, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam berkata kepadanya:

يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ

"Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan hijriah)." (HR Tirmidzi nomor 761 dan An Nasai nomor 2425. Abu Isa Tirmidzi mengatakan bahwa hadisnya hasan)

Lalu riwayat dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata:

أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

"Kekasihku (yaitu Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam) mewasiatkan kepadaku tiga nasihat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: (1) Berpuasa tiga hari setiap bulannya, (2) Mengerjakan Sholat Dhuha, (3) Mengerjakan Sholat Witir sebelum tidur." (HR Bukhari nomor 1178)

Demikian penjelasan terkait puasa sunah di bulan Muharram 1442 Hijriah. Semoga dapat membantu semua Muslimin yang ingin berpuasa. Niat harus didasari karena Allah Subhanahu wa ta'ala agar mendapat keberkahan dan pahala utama melimpah.

Wallahu a'lam bishawab.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini