Ini 5 Adab Menjenguk Orang Sakit Menurut Aa Gym, Bisa Memberi Keberkahan

Saskia Rahma Nindita Putri, Jurnalis · Rabu 26 Agustus 2020 10:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 26 616 2267585 ini-5-adab-menjenguk-orang-sakit-menurut-aa-gym-bisa-memberi-keberkahan-DjckCPNKG5.jpg KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). (Foto: Youtube Aa Gym Daily Vlog)

DALAM hidup, manusia tidak hanya diwajibkan dekat dengan Allah Subhanahu wa ta'ala, namun juga diharuskan menjalin hubungan baik dengan kerabat atau orang terdekat melalui silaturahmi. Hubungan ini harus dijaga karena sejatinya manusia adalah makhluk sosial yang senantiasa membutuhkan pertolongan orang lain dan tidak bisa hidup sendiri. Maka itu, ada baiknya menunjukkan kepedulian antarsesama hingga terjalin tali persaudaraan erat.

Salah satu bentuk kepedulian dengan orang terdekat adalah menjenguknya ketika sakit. Manusia tentunya tidak selamanya dalam kondisi sehat, maka itu sebagai orang yang dilimpahkan nikmat sehat harus mampu membagikan energi positif kepada kerabat yang jatuh sakit.

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Barang siapa mengunjungi orang yang sakit atau mengunjungi saudaranya karena Allah atau di jalan Allah, akan ada yang menyeru kepadanya: 'Engkau telah berlaku mulia dan mulia pula langkahmu (dalam mengunjunginya), serta engkau akan menempati rumah di surga." (HR At Tirmidzi)

Baca juga: Aa Gym: Tobat Solusi Segala Cobaan yang Diberikan Allah 

Tidak hanya membacakan doa, namun juga sangat dianjurkan menerapkan beberapa adab ketika menjenguk orang sakit yang langsung dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, yakni:

1. Jenguk tanpa memberatkan

Dalam menjenguk orang sakit tentunya tak bisa sembarangan untuk langsung datang ke tempat yang dituju. Sangat dianjurkan memberi tahu niat baik untuk menjenguk orang yang sakit atau keluarga dari yang sakit agar dapat dipastikan waktu yang tepat untuk menjenguk, sehingga menimbulkan rasa yang nyaman untuk semua pihak.

"Kita harus atur waktunya, jangan sampai kita menjenguk menjadi beban atau menambah kesulitan bagi saudara kita yang sakit. Pastikan pada saat kita menjenguk betul-betul dalam suasana yang siap dan nyaman serta manfaat untuk dijenguk," kata KH Abdullah Gymnastiar atau akrab disapa Aa Gym dalam tausiyahnya, sebagaimana dikutip dari akun Youtube Aa Gym Daily Vlog, Rabu (26/8/2020).

Ilustrasi rumah sakit. (Foto: Shutterstock)

2. Bawalah buah tangan

Saat menjenguk sangat dianjurkan membawa buah tangan atau oleh-oleh. Hal ini dikarenakan akan membahagiakan orang yang dijenguk serta menambah rasa cinta kepada sesame melalui pemberian hadiah tersebut.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Salinglah memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai." (HR Bukhari)

Baca juga: Aa Gym: Orang yang Menghindari Perdebatan Bisa Jadi Ahli Surga 

3. Doakan lekas sembuh

Ketika sudah masuk rumah orang yang dijenguk, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam senantiasa duduk di samping orang yang sakit, lalu beliau berdoa, yang artinya, "Ya Allah, Rabb pemeliharan manusia, hilangkanlah penyakit ini dan sembuhkanlah, Engkau-lah Yang Maha Menyembuhkan, tidak ada kesembuhan melainkan hanya kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan sedikit pun penyakit." (HR Al Bukhari dan Muslim)

"Dan ada pula ketika saat sakit, Beliau mengusap wajah dan menyentuh yang sakit untuk mendoakan. Doa lekas sembuh itu sangat penting karena doa adalah bagian yang bisa menjadi syariat, berubahnya dari satu takdir ke takdir lain atas kuasa Allah. Maka doakanlah dengan tulus," pesan Aa Gym.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

4. Tundukkan pandangan

Ada kalanya penyakit yang menyerang seseorang menampakkan sesuatu hal yang tidak ingin diperlihatkan kepada orang lain karena menimbulkan rasa malu bagi penderitanya. Oleh karena itu, dianjurkan bagi orang yang menjenguk untuk menundukkan pandangan, jangan menunjukkan sikap seolah membuat perasaan orang yang dijenguk menjadi sungkan atau risih.

Selain itu, jagalah perkataan dengan sebaik-baiknya. Hindari terlalu banyak bertanya yang membuat merasa aib akan terbuka, merasa dipermalukan atau dipojokkan.

"Kurangi pertanyaan-pertanyaan yang mengganggu kenyamanan hatinya, perasaannya, atau mengganggu saudara-saudara lainnya yang menunggu. Minimalisasi pertanyaan-pertanyaan yang menyusahkan, lebih baik perkataan yang menggembirakan dan menyemangati," jelas Aa Gym.

Baca juga: Jangan Pernah Mengeluhkan Takdir Allah Ta'ala 

5. Menyemangati lekas sembuh

Selain membacakan doa, perlu juga menunjukkan kepedulian dengan memberikan semangat kepada orang yang sakit agar tidak merasa sedih dengan sakit yang dirasakan.

"Ucapkan sesuatu yang membuat yang sakit itu merasa bahwa sakit ini bukanlah bencana, melainkan ini adalah cara Allah menggugurkan dosa, karena ada dosa yang tidak gugur kecuali dengan sakit," terang Aa Gym.

Sakit sebagai penggugur dosa turut disebutkan dalam firman Allah Subhanahu wa ta'ala pada Surah Az Zumar Ayat 10, yang artinya:

"Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (QS Az Zumar 10)

Selain itu, jangan lupa turut menyampaikan bahwa di balik sakit yang diidap akan ada pahala melimpah yang akan diberikan, bukan dari imbalan ibadah yang terbatas, namun melalui ujian sakit tersebut.

Sebagaimana Aisyah Radhiyallahu anha menyampaikan, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Apabila seorang mukmin sakit, maka Allah akan membersihkan dia dari dosa-dosa sebagaimana pandai besi membersihkan besi dari karat-karat." (HR Bukhari)

Baca juga: Cara Menghindari Sifat Ujub terhadap Amal Perbuatan 

"Sampaikanlah pula ada derajat di sisi Allah yang tidak bisa dicapai oleh ibadah yang sudah pernah dilakukan, tetapi dengan sakit ini, bahkan dengan derajat yang tinggi. Sehingga yang sakit ini dapat menyikapi sakitnya ini dengan ridho. Barang siapa yang ridho kepada takdir Allah, Allah akan ridho kepadanya," kata Aa Gym.

Lebih lanjut ia berpesan agar saat menjenguk orang sakit usahakan kehadiran ini bermakna dan bermanfaat. Sisi lainnya, berdasarkan hasil penelitian disebutkan bahwa kehangatan dari kunjungan orang yang menjenguk mampu mengurangi rasa sakit seseorang sampai 16 persen.

Jika ingin berpamitan pulang, maka pulanglah dengan rasa empati, penuh kesopanan dan ketulusan, hingga kedatangan ini membawa berkah bagi orang yang dijenguk.

Nyatanya menjenguk orang yang sakit tidak hanya memberikan manfaat dan keberkahan bagi orang yang dijenguk, namun juga kepada penjenguk. Pertama, yakni mensyukuri nikmat sehat. Manusia harus bersyukur diberikan nikmat sehat, nikmat yang besar yang hanya bisa diyakini dan dirasakan kalau nikmat itu hilang. Ketika melihat saudara yang sakit, tentu sadar dengan kondisi seperti itu ia akan kesulitan dalam beraktivitas dan beramal salih. Jadi, bersyukurlah akan nikmat sehat yang Allah Subhanahu wa ta'ala berikan.

Manfaat kedua adalah tekad menjaga kesehatan. Dengan melihat orang yang sakit, seseorang pun menjadi bertekad meminta kepada Allah Subhanahu wa ta'ala untuk terus memberikan kesehatan agar senantiasa membuat taat kepada-Nya.

Baca juga: Dear Orangtua, Begini Cara Tanamkan Tauhid kepada Anak 

Jika sudah diberikan kesehatan, jangan sampai lupa diri hingga tidak mengingat Allah Azza wa jalla. Jangan sampai nikmat sehat digunakan untuk berbuat maksiat yang nantinya mendatangkan murka Allah Subhanahu wa ta'ala dan mencabut segala kenikmatan yang ada pada diri sendiri.

"Mudah sekali bagi Allah mengambil apa pun yang Dia titipkan, karena sepenuhnya jasad ini adalah milik Allah, dalam kekuasaan Allah dan setiap saat mudah bagi Allah untuk mengambilnya," pungkasnya.

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Aa Gym: Dihalang-halangi dari Maksiat adalah Nikmat Terbaik 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya