Untuk itu rasa syukur harus dibarengi dengan sifat qana’ah, yakni menerima apa adanya atas apa yang telah Allah berikan walaupun hanya sedikit. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,
“Jadilah orang yang wara’, maka engkau akan menjadi hamba yang paling berbakti. Jadilah orang yang qana’ah, maka engkau akan menjadi hamba yang paling bersyukur”(HR. Ibnu Majah no. 3417, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah).
Ustadzah Syifa pun menyampaikan, “hati yang qana’ah, ikhlas, bersyukur kepada Allah. Pasti tidak akan pernah berkata yang tidak baik ataupun kufur terdapat nikmat Allah.”
Dengan begitu jika kita bersyukur dan kita ikhlaskan nikmat apapun yang Allah berikan maka kita tidak akan membandingkan kenikmatan apapun terhadap orang lain.
(Salman Mardira)