Hobi Bermaksiat tapi Rezeki Lancar, Kok Bisa?

Saskia Rahma Nindita Putri, Jurnalis · Jum'at 28 Agustus 2020 19:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 28 330 2269111 hobi-bermaksiat-tapi-rezeki-lancar-kok-bisa-xFLQvQWhAY.JPG KH Abdullah Gymnastiar (Foto: Instagram/@aagym)

DARI sekian banyak manusia di dunia, terdapat beberapa di antaranya yang dilimpahkan kenikmatan dunia yang begitu melimpah, meski tak pernah beribadah dan justru tak berhenti bermaksiat.

Hidupnya seakan sempurna karena semua keinginan yang ia harapkan di dunia telah ia miliki, namun sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala telah pelan-pelan membiarkannya pada kebinasaan serta siksa neraka yang pedih.

Kita sering memahami bahwa segala musibah yang berujung pada kesedihan, kekecewaan dan penyesalan merupakan ujian yang Allah berikan semasa hidup. Namun nyatanya, segala bentuk nikmat yang dilimpahkan kepada kita tak serta merta bisa dikatakan sebagai karunia seutuhnya.

Limpahan nikmat yang Allah berikan tak selamanya dinilai sebagai karunia yang besar, namun juga menjadi ujian bagi hambaNya. Hal ini karena tak sedikit manusia yang lupa akan Tuhannya ketika dikelilingi oleh segala kepuasan duniawi.

“Tidak semua nikmat dari Allah itu merupakan karunia besar. Ada orang yang diberi nikmat namun dia tidak bersyukur dan merasa ini hanya akan menjadi beban saja. Ada pula yang disebut istidraj, yakni dia yang terus menerus diberikan nikmat oleh Allah padahal dia adalah seorang ahli maksiat. Karunia Allah melimpah kepadanya sampai ia terbelenggu oleh hartanya, kedudukannya, atau popularitasnya, dan dia tidka bisa menyadari hal tersebut. Inilah istidraj,” ucap dai kondang KH Abdullah Gymnastiar, dikutip dari channel YouTubenya, Aagym Official, Jumat (28/8/2020).

Baca juga: Hikmah Menjaga Amanah, Disegani Manusia dan Terhindar dari Munafik

Lebih lanjut, Aa Gym menilai bahwa istidraj ini sangat berbahaya. Hal ini dikarenakan maksiat yang terus saja dijalani yang seakan imbaang dengan ibadahnya yang minim, namun tetap dibukakan rezekinya oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, bahkan bertambah banyak. Bahaya istidraj, kita tak menyadari betapa maksiat dibalik nikmat ini merupakan ancaman bagi diri kita.

Sebaliknya, terdapat orang yang selalu saja mendapatkan ujian atau teguran tatkala dirinya mengarah pada perbuatan maksiat. Ciri inilah yang nyatanya merupakan bukti bahwa orang tersebut disayangi oleh Allah.

“Ciri-cirinya adalah dia yang akan dimudahkan untuk taat meskipun dia malas, dan dipersulit berbuat maksiat walaupun dia ingin melakukannya," imbuh dai asal Bandung ini.

Bukti nyata pernyataan ini dapat banyak ditemui di sebagian orang. Ada yang malas beribadah namun selalu terbangun jam 3 pagi, dan karenanya, dirinya selalu menunaikan Sholat Tahajud. Atau ketika menyambangi kediaman teman, ia menemukan temannya sedang membaca Alquran dan akhirnya dirinya pun terbawa untuk ikut membaca Alquran.

Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid ini menyebutkan, orang seperti itu merupakan manusia yang dipaksa Allah menjadi taat, dan ini adalah karunia besar dariNya. Sehingga ia selalu saja gagal ketika hendak berbuat dosa dan maksiat, dan bila sekiranya ia berhasil melakukan maksiat, dengan cepat Allah menurunkan teguran dari hal yang tidak ia sangka-sangka.

“Ada orang yang mau maksiat selalu gagal, sekalinya jadi maksiat, langsung diberi peringatan oleh Allah. Misalnya mata yang tak terjaga, saat keluar rumah tiba-tiba terbentur jendela dan tepat mengenai mata. Hal ini seperti sebuah kebetulan, padahal tidak ada yang kebetulan.” kata Aa Gym.

“Orang-orang ini tiap berbuat dosa langsung ditegur oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala," tambahnya.

Banyaknya peringatan dan teguran Allah melalui kejadian-kejadian kecil dalam hidup kita ini dinilai jauh lebih baik dibandingkan dengan orang yang bermaksiat namun tidak pernah mendapat teguran, sehingga semakin terjerumus dalam lembah dosa.

Karenanya Aa Gym mengingatkan untuk tidak berburuk sangka atas musibah yang menimpa kita. Bisa jadi hal itu merupakan teguran dari Allah SWT agar kita kembali mendekatkan diri kepadaNya.

“Contohnya kasus korupsi, jangan berburuk sangka, boleh jadi dalam kasus penangkapan KPK itu bagian dari kasih sayang Allah. Bukti dikabulkannya doa yang meminta keselamatan dunia dan akhirat. Boleh jadi ini malah karunia yang menyelamatkan, dibandingkan tidak tertangkap dan terus menerus maksiat," kata dia.

Dirinya lantas berpesan untuk waspada bilamana seseorang diberi kemudahan rezeki dan kenikmatan hidup, padahal ia seorang ahli maksiat. Sebab, bisa jadi ia telah terperangkap dalam jebakan istidraj.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini