Hikmah Menjaga Amanah, Disegani Manusia dan Terhindar dari Munafik

Putri Aliya Syahidah, Jurnalis · Jum'at 28 Agustus 2020 15:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 28 330 2268948 hikmah-menjaga-amanah-disegani-manusia-dan-terhindar-dari-munafik-H5kQHTR20B.jpg ilustrasi (stutterstock)

AMANAH adalah kepercayaan yang diberikan kepada seseorang untuk menjaga dan mengemban pemberiannya. Seseorang yang menjaga kepercayaan akan terhindar dari sifat munafik. Maka tak jarang bahwa orang yang memiliki sifat amanah akan disegani banyak manusia.

Selama hidup, manusia sudah dibebankan oleh berbagai macam amanah yang harus dijaga dan ditunaikan. Seperti perintah mengerjakan sholat, hal tersebut merupakan perintah dari Allah yang wajib dikerjakan. Apabila dilanggar akan ada sanksi berupa dosa dan siksaan jika tidak bertaubat.

Baca juga: Ini 12 Rakaat Sholat Sunah Rawatib yang Selalu Dikerjakan Rasulullah

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam surat al - Anfal (8) : 27, "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui."

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam diberi gelar al-amin karena amanah dan tanggung jawabnya yang sungguh mulia. Bahkan sebelum Rasulullah memulai hijrah ke Madinah, orang - orang kafir Quraisy yang saat itu ingin menangkap Rasulullah, mereka menitipkan barang - barangnya.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun orang-orang kafir Quraisy menentang ajaran Allah, tetapi mereka tetap mempercayai Rasulullah sebagai manusia yang sangat menjaga amanahnya.

Manusia yang mengingkari atau tidak menjalankan amanahnya disebut khianat. Dan diantara tanda-tanda orang munafik adalah apabila ia diberi amanah, maka diingkari.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Tiga tanda munafik adalah jika berkata ia dusta; jika berjanji ia mengingkari; dan ketika diberi amanat, maka ia ingkar” (HR. Bukhari no. 33 dan Muslim no. 59).

Sebagai muslim yang taat, sudah sepatutnya menjalankan apa yang diperintahkan karena segala sesuatu yang ada pada diri manusia akan dipertanggung jawabkan di akhirat kelak.

"Agar amanah terlaksana maka yang harus ditekankan dalam hati yaitu amanah adalah titipan dari Allah, suatu saat nanti akan dimintai pertanggung jawaban," ujar pendakwah Ustadz Kasif Heer dalam acara Tabligh Akbar dikutip dari kanal Youtube RCTI, Jumat (28/8/2020).

Sudah banyak kasus yang terjadi pada wakil rakyat dan membuat semua pihak kecewa. Ketika diberi kekuasaan, ia berkhianat dan menyelewengkan jabatannya. Bahkan di antaranya melalukan tindakan korupsi yang sudah jelas diharamkan oleh Islam.

Ustadz Kasif Heer menambahkan, "Orang yang amanah insya Allah tidak akan sia - siakan jabatannya. Ketika kita bisa menjadikan hidup ini ibadah, amanah yang dari Allah kita pakai untuk ibadah. Demi Allah, Allah sudah siapkan surga untuk kita."

Hidup di dunia ini hanya sementara, maka sudah seharusnya memikirkan bekal untuk di akhirat. Jangan sampai membawa permasalahan yang belum sempat ditunaikan selama hidup di dunia. Apabila ada namun lupa mohon diingatkan dan semoga kaum Muslimin menjadi hamba yang memiliki sifat amanah. Aamiin.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini