Tidur Tanda Kekuasaan Allah, Ini Dalilnya dalam Alquran

Alya Amellia Amini, Jurnalis · Minggu 30 Agustus 2020 18:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 30 330 2269862 tidur-tanda-kekuasaan-allah-ini-dalilnya-dalam-alquran-cZPRHjVbi1.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

MAHA Suci Allah yang telah menegaskan bahwa tidur merupakan salah satu tanda kekuasaanNya sekaligus sebagai keajaiban yang patut kita renungkan. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦ مَنَامُكُم بِٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ وَٱبْتِغَآؤُكُم مِّن فَضْلِهِۦٓ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَسْمَعُونَ

Artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan,” (QS. Ar-Rum: 23).

"Allah menjadikan tidur itu sebagai istirahat bagi kita. Dengan tidur, lelah kita akan hilang dan Allah menjadikan siang hari sebagai waktu untuk mencari rezeki. Sesungguhnya itu merupakan bukti atas kesempurnaan kuasa Allah dan kehendakNya bagi kaum yang mendengarkan nasihat dengan pendengaran yang mengandung perenungan, berpikir dan mengambil pelajaran," terang pendakwah Syekh Ali Jaber, dikutip dari channel YouTube Official RCTI, Minggu (30/8/2020).

Baca juga: Syekh Ali Jaber: Sabar Itu Pahit, tapi Pahalanya Manis

Ia menjelaskan, banyak tanda-tanda kebesaran Allah yang bisa dijadikan bahan pelajaran bagi manusia. Di mana salah satunya adalah tidur. Sebagaimana Allah Ta'ala berfirman:

“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir,” (QS. Az-Zumar: 42).

"Ketika ruh tidak dikembalikan maka dipastikan kita akan mati. Jika hal itu terjadi, roh yang berada di genggaman Allah Ta'ala akan masuk ke alam barzakh dan tidak kembali ke alam dunia," terangnya.

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam memberi contoh kepada umatnya untuk senantiasa membaca doa, yang seolah menyiapkan mati saat menjelang tidur. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam ketika berbaring di tempat berbaringnya (untuk tidur) ketika malam hari, beliau berdoa:

بِسْمِكَ اللّٰهُمَّ اَحْيَا وَاَمُوْتُ

(Bismika Allaahumma ahya wa bismika amuut).

Artinya: "Dengan menyebut namaMu ya Allah, aku hidup dan aku mati,".

Lantas, saat terbangun, kita diajarkan untuk membaca doa yang bermakna rasa syukur setelah dapat hidup kembali. Sebagaimana doa Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam berdoa:

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ اَحْيَانَا بَعْدَمَآ اَمَاتَنَا وَاِلَيْهِ النُّشُوْرُ

(Alhamdullillahilladzi ahyaanaa ba'da maa amaatanaa wa ilaihin nusyuur).

Artinya: “Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami kembali setelah mematikan kami dan kepada-Nya aku dibangkitkan,” (HR. Bukhari no. 6325, Muslim no. 2711).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini