DALAM ikatan persaudaraan, kakak dan adik jangan sampai bermusuhan. Hal ini bisa memicu putusnya tali silaturahim.
Sama dengan kewajiban anak berbakti kepada orangtua, kakak dan adik pun harus saling menghormati dan menyayangi. Sehingga, terbentuklah keluarga harmonis yang hangat, akrab, saling memahami dan mendukung satu sama lain.
Hubungan kakak dan adik dalam Islam telah dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW.
“Tidaklah termasuk golonganku orang yang tidak menghormati yang lebih tua dan tidak menyayangi yang muda” (HR. Imam Ahmad dan ath-Thabrani)
Baca Juga: Ayana Moon hingga Daud Kim, Ini 5 Artis Korea Mualaf

Dilansir dari channel Youtube AL-Bahja TV, Ustadz Buya Yahya menjelaskan, tidak baik bagi kakak dan adik yang bersaudara bertengkar. Karena Allah SWT tidak akan menjamin surga bagi saudara kandung yang saling bertengkar dan memutus tali silaturahim.
Kakak dan adik yang tidak bisa akur hanya pertengkaran yang terjadi, hendaknya sanga kakak harus memaafkan. Kemudian menganyomi adiknya, walaupun ia banyak melakukan kesalahan.
“Maafkan mereka dengan lapang hati. Itulah pendidikan dari nabi, bukan menjadi pendendam dan bermusuhan tidak tegur sapa," kata Buya Yahya.