Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rasulullah Tidak Pernah Makan Sambil Bersandar, Ini Penjelasannya

Vitrianda Hilba Siregar , Jurnalis-Selasa, 24 November 2020 |18:20 WIB
Rasulullah Tidak Pernah Makan Sambil Bersandar, Ini Penjelasannya
Rasulullah menganjar saat makan jangan bersandar pada apapun juga atau duduk tegak. (Foto: Thought Co)
A
A
A

Dan kedua, seyogyanya seorang muslim tidak makan terlalu banyak, karena akan membuatnya kekenyangan. Sementara orang yang kekenyangan selesai makan, dia akan membutuhkan beberapa waktu untuk melakukan aktivitas berikutnya. Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu berkata,

"Aku pernah melihat Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam makan korma dengan duduk muq'iy.” (HR. Muslim)

"Muq'iy," adalah orang yang duduk dengan melipat satu kakinya ke belakang, betis bagian depannya menyentuh tanah atau lantai, dan telapak kakinya menyangga pantat, sementara lututnya mengarah ke depan. Sedangkan kaki satunya lagi dilipat dengan lutut mengarah ke atas, paha bagian depan mengarah ke badan,betis bagian muka mengarah ke depan, dan telapak kaki menginjak tanah atau lantai.

Makan dengan posisi duduk seperti ini adalah sunnah Rasul, meskipun mungkin beliau tidak selalu makan dengan posisi duduk demikian.

Baca Juga: Tidur Siang Setelah Zuhur Itu Menyehatkan, Ini Dalilnya

Karena Anas mengatakan pernah melihat, artinya, ada juga posisi duduk Nabi yang tidak seperti ini yang juga pernah dilihat Anas. Hanya saja, posisi duduk seperti ini, terlebih lagi pada saat makan, dapat membuat seseorang untuk tidak bersandar.

Menurut Ibnul Qayyim, ada tiga macam bersandar yang ketiganya tidak dilakukan Nabi. Pertama, yaitu bersandar di atas perut atau makan dengan tiduran. Posisi seperti ini adalah posisi makan yang paling jelek, karena dapat mengganggu kesehatan.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement