Kalbu Mengeras karena Jauh dari Allah SWT

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Jum'at 27 November 2020 10:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 27 330 2317151 kalbu-mengeras-karena-jauh-dari-allah-swt-r3aZL38yIV.jpg Sucikan diri, sucikan kalbu. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kalbu atau hati adalah segumpal darah. Meski hanya segumpal darah, namun kalbu-lah yang menentukan orang itu menjadi soleh atau tidak.

Allah Subhanahu wa ta’ala (SWT) berfirman:

“Maka celakalah bagi mereka yang keras kalbunya dari berzikir kepada Allah. Mereka berada dalam kesesatan yang nyata.” (QS: Az-Zumar: 22)

Baca Juga: Makna Terbesar Berziarah, Mengingat Kematian dan Akhirat

Tidaklah Allah SWT memberikan hukuman yang lebih besar kepada seorang hamba selain dari kerasnya kalbu dan jauhnya dari Allah SWT

An-Naar (neraka) diciptakan untuk melunakkan kalbu yang keras. Kalbu yang paling jauh dari Allah SWT adalah kalbu yang keras.

Jika kalbu sudah keras, mata pun terasa gersang. Kalbu yang keras ditimbulkan oleh empat hal yang dilakukan melebihi kebutuhan yakni makan, tidur, bicara dan pergaulan.

Baca Juga: 3 Kali Lalai Sholat Jumat, Niscaya Allah SWT Akan Mengunci Hatinya

Diterjemahkan dan diringkas dari Kitab Al-Fawa’id karya Ibnul Qayyim rahimahullah halama 111—112 pada Jumat (27/11/2020) disebutkan, sebagaimana halnya jasmani jika dalam keadaan sakit tidak akan bermanfaat baginya makanan dan minuman. Demikian pula kalbu jika terjangkiti penyakit-penyakit hawa nafsu dan keinginan-keinginan jiwa, maka tidak akan mempan dengan nasihat.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Barang siapa hendak menyucikan kalbunya, dia harus mengutamakan Allah SWT dibanding dengan keinginan dan nafsu jiwanya. Sebab, kalbu yang tergantung dengan hawa nafsu akan tertutup dari Allah SWT sesuai kadar tergantungnya jiwa dengan hawa nafsunya.

Banyak orang menyibukkan kalbu dengan gemerlapnya dunia. Seandainya mereka sibukkan dengan mengingat Allah SWT dan akhirat, tentu kalbunya akan berkelana mengarungi makna-makna Kalamullah dan ayat-ayat-Nya yang tampak ini. Dia pun akan menuai hikmah-hikmah yang langka dan faedah-faedah yang indah.

Jika kalbu disuapi dengan berzikir dan disirami dengan berpikir serta dibersihkan dari kerusakan, dia pasti akan melihat keajaiban dan diilhami hikmah.

Baca Juga: Lebih Diutamakan Membaca 2 Surah Ini Saat Sholat Subuh di Hari Jumat

Tidak setiap orang yang berhias dengan ilmu dan hikmah serta memeganginya akan masuk dalam golongannya. Kecuali jika mereka menghidupkan kalbu dan mematikan hawa nafsunya.

Adapun mereka yang membunuh kalbunya dengan menghidupkan hawa nafsunya, tidak akan muncul hikmah dari lisannya.

Rapuhnya kalbu adalah karena lalai dan merasa aman. Adapun makmurnya kalbu adalah karena takut kepada Allah SWT dan zikir.

Maka dari itu, jika sebuah kalbu merasa zuhud dari hidangan-hidangan dunia, dia akan duduk menghadap hidangan-hidangan akhirat. Sebaliknya, jika dia ridha dengan hidangan-hidangan dunia, fia akan terlewatkan dari hidangan akhirat.

Kerinduan bertemu Allah SWT adalah angin semilir yang menerpa kalbu. Membuatnya sejuk dengan menjauhi gemerlapnya dunia. Siapa pun yang menempatkan kalbunya di sisi Rabb-nya, dia akan merasa tenang dan tenteram. Siapa pun yang melepaskan kalbunya di antara manusia, dia akan semakin gundah gulana.

Ingatlah, kecintaan terhadap Allah SWT tidaklah akan masuk ke dalam kalbu yang mencintai dunia, melainkan seperti masuknya unta ke lubang jarum dan ini sesuatu yang sangat mustahil.

Jika Allah SWT cinta kepada seorang hamba, Allah SWT akan memilih dia untuk diri-Nya sebagai tempat pemberian nikmat-nikmat-Nya. Allah SWT juga akan memilihnya di antara hamba-hamba-Nya, sehingga hamba itu pun akan menyibukkan harapannya hanya kepada Allah SWT.

Baca Juga: Kisah Salim Batal Membunuh karena Calon Korban Tunaikan Sholat Subuh

Lisannya senantiasa basah dengan berzikir kepada-Nya, anggota badannya selalu dipakai untuk berkhidmat kepada-Nya.

Kalbu bisa sakit sebagaimana sakitnya jasmani dan kesembuhannya adalah dengan bertaubat.

Kalbu pun bisa berkarat sebagaimana cermin, dan cemerlangnya adalah dengan berzikir.

Kalbu bisa pula telanjang sebagaimana badan, dan pakaian keindahannya adalah takwa.

Kalbu pun bisa lapar dan dahaga sebagaimana badan, maka makanan dan minumannya adalah mengenal Allah SWT, cinta, tawakal, bertaubat, dan berkhidmat untuk-Nya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya