Mengumandangkan Adzan Ada Aturannya, Berikut Syarat Jika Akan Diubah

Nazmi Tsaniya, Jurnalis · Selasa 01 Desember 2020 13:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 330 2319469 mengumandangkan-adzan-ada-aturannya-berikut-syarat-jika-akan-diubah-ZDTNjiB8cW.jpg Azan dikumandangkan. (Foto: Telegraph)

JAKARTA – Azan sudah ada sejak zaman Rasulullah Rasulullah shallallhu 'alaihi wa sallam (SAW). Azan digunakan sebagai tanpa panggilan menunaikan sholat wajib lima waktu.

Adalah Bilal bin Rabbah orang yang pertama kali mengumandangkan azan. Hal ini ditujukkan ketika Rasulullah SAW sedang hijrah ke Madinah. Saat itu, Bilal ikut serta dalam perjalanan hijrah Rasul.

Baca Juga: Cara Tumbuhkan Sifat Qanaah, Tanpa Perlu Bersedih dan Tetap Bersyukur

Saat itu, Rasulullah SAW menunjuk Bilal untuk mengumandangkan azan karena dia memiliki suara yang merdu. Lalu, Bilal mengumandangkan azan di Masjib Nabawi. Saat itulah Bilal menjadi orang yang pertama kali mengumandangkan azan dalam sejarah Islam.

Lirik azan sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW, ketika itu seorang sahabat Rasulullah didatangkan dalam mimpi tentang lirik azan.

Baca Juga: Penting bagi Umat Muslim untuk Miliki Rasa Diawasi meski Sendirian, Mengapa?

Zaman sekarang, azan sudah mutlak selalu dikumandangkan. Namun, ada berbagai perkara yang mengharuskan kita bisa mengganti lirik azan.

Salah satunya ketika sedang terjadi bencana, seperti wabah dunia, tsunami, dan lain-lain. Namun, bagaimana jika lirik azan diganti tanpa adanya sebab seperti bencana?

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Ustaz Muhammad Abduh Tuasikal dilansir dari laman rumayshocom pada Selasa (01/12/2020) menyebutkan, Imam Al-Khatthabi pernah mengingatkan,

“Azan itu adalah syiar Islam. Jika azan demikian kedudukannya, tidak diragukan lagi bahwa menjaga lafazh azan sesuai syariat dan tidak mengubah atau menggantinya berarti telah menjaga syiar Islam.”

Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu‘anhuma, beliau mengatakan kepada mu’adzin pada saat hujan, ”Apabila engkau mengucapkan ’Asyhadu allaa ilaha illalloh, asyhadu anna Muhammadar Rasulullah’, maka janganlah engkau ucapkan ‘Hayya Alla Shollah’. Akan tetapi, ucapkanlah ‘Sholluu fii buyutikum’ (Sholatlah di rumah kalian).

Baca Juga: Mengubah Lelah Jadi Lillah, Begini Caranya

Lalu perawi mengatakan, ”Seakan-akan manusia mengingkari perkataan Ibnu Abbas tersebut”. Lalu Ibnu Abbas mengatakan, ”Apakah kalian merasa heran dengan hal itu. Sungguh orang yang lebih baik dariku telah melakukan seperti ini. Sesungguhnya (soalat) Jum’at adalah suatu kewajiban. Namun, aku tidak suka jika kalian merasa susah (berat) jika harus berjalan di tanah yang penuh lumpur.”

Dalam riwayat lain, Ibnu Abbas mengatakan, ”Orang yang lebih baik dariku telah melakukan hal ini yaitu Rasulullah SAW ’alaihi wa sallam.” (HR. Muslim, no. 699)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya