Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pohon Zaqqum, Seramnya Hidangan Kuliner di Neraka Jahanam

Nazmi Tsaniya , Jurnalis-Senin, 14 Desember 2020 |18:00 WIB
Pohon Zaqqum, Seramnya Hidangan Kuliner di Neraka Jahanam
Jangan anggap enteng siksa neraka. (Foto:Ilustrasi/Okezone)
A
A
A

Ibnu Abi Hatim telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam membaca ayat ini, kemudian bersabda: "Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa. Kalau saja tetesan getah pohon Zaqqum itu jatuh ke laut dunia, pastilah penghidupan penduduk bumi akan menjadi rusak. Maka bagaimanakah keadaan orang yang menjadikan pohon itu sebagai makanannya?" Hadits ini diriwayatkan pula oleh Imam Nasa'i, Ibnu Majah, dan Tirmidzi. Dan Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan dan sahih.

Firman Allah SWT, "kemudian sesudah makan buah pohon Zaqqum itu pasti mereka mendapatkan minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas." Ibnu Abbas r.a. menafsirkan, "Mereka meminum air yang sangat panas setelah memakan pohon Zaqqum." Namun di dalam riwayat lain beliau menafsirkannya sebagai campuran minuman yang sangat panas. Dan ulama lain mengatakan, "Minuman panas mereka dicampur dengan nanah dan keringat yang keluar dari mata dan kemaluan mereka.”

Baca Juga:  Bagaimana Jika Makmum Tertinggal Sholat Jumat, Ini Penjelasannya

Firman Allah SWT, kemudian sesungguhnya tempat kembali mereka be-nar-benar ke neraka Jahim, yaitu tempat kembali mereka nanti adalah ke neraka yang menggelegak, neraka Jahim yang dinyalakan, dan neraka Sa'ir yang berkobar-kobar. Kadang-kadang berada dalam neraka itu dan kadang-kadang berada dalam neraka ini. Ayat ini seperti firman Allah Ta'ala, "Mereka akan berkeliling di antaranya dan di antara air yang mendidih yang memuncak panasnya."

Demikianlah cara Qatadah membaca ayat ini. Dan ini merupakan penafsiran yang sangat baik. Firman Allah SWT, karena sesungguhnya mereka mendapati bapak-bapak mereka dalam keadaan sesat, yaitu sesungguhnya Kami memberikan balasan kepada mereka seperti itu sebab mereka telah mendapatkan ayah-ayah mereka dalam kesesatan kemudian mereka mengikutinya dengan taklid, tanpa dalil, dan keterangan yang kuat.

Penjelasan ini dikemukakan dalam buku "Kemudahan dari Allah: Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir," oleh M. Nasib Ar-Rifa’i, terbitan dari Gema Insani pada Senin (14/12/2020).

Itulah sebabnya Allah Ta'ala berfirman, lalu mereka sangat tergesa-gesa mengikuti jejak orang-orang tua mereka itu. 

(Vitrianda Hilba Siregar)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement