Meninggal dalam Keadaan Puasa
Nafisah menderita sakit yang semakin parah setiap harinya, namun semgangatnya untuk terus beribadah tak berkurang sedikitpun, sakit yang diderita membuat Nafisah semakin dekat dengan Allah.
Sakitnya kian parah saat bulan Ramadhan tiba, dokter yang memeriksanya menganjurkan untuk berbuka puasa, namun ia menolaknya. “Alangkah mengherankan, sejak 30 tahun yang lalu aku berdo’a kepada Allah agar bisa berjumpa dengan-Nya dalam keadaan puasa, apakah sekarang aku harus berbuka? Tidak bisa!” Lalu Nafisah melanjutkan bacaan Al – Qur’an, huruf demi huruf ia baca dengan khusyu saat sampai surat Al-An’am ayah 127, tiba – tiba ia tak sadarkan diri.
Zainab segera memeluknya dengan erat, air matanya berlinang ketika mendengar Nafisah dengan lirih mengucapkan syahadat, senyum mengembang menghiasi bibir Nafiasah, gambaran syurga tempatnya kembali telah diperlihatkan. Nafisah menghadap tuhannya dengan keadaan yang dicita – citakan selama ini, ketika sedang berpuasa.
Warga Mesir diselimuti duka mendalam saat mendengar wafatnya Nafisah. Sang suami berniat hendak menguburkan istrinya di makam Baqi’ di kota Madinah, namun penduduk Mesir memintanya agar menguburkannya di Mesir. Wallahu A'lam. (Widianingsih)
Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran
(Vitrianda Hilba Siregar)