6 Keutamaan Surat Al-Ikhlas, Surat Al-Falaq dan Surat An-Naas

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Selasa 12 Januari 2021 18:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 12 330 2343268 6-keutamaan-surat-al-ikhlas-surat-al-falaq-dan-surat-an-naas-fkLQQP8LQ0.jpg Al-Qur'an adalah panduan hidup kaum Muslimin. (Foto:Freepix)

JAKARTA- Kaum Muslim tentulah sudah mengetahui Surat Al-Ikhlas, Surat Al-Falaq, dan Surat An-Naas. Namun tidak semua kaum Muslimin mengetahui keutamaan ketiga surat ini.

Adapun faedah hadis terkait keutamaan ketiga surat Mu'awwidzaat ini (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas) yakni:

1. Keutamaan Surat Al-Ikhlas adalah sama dengan sepertiga Al-Qur’an.

2.Surah Al-Ikhlas disebut sepertiga Al-Qur’an dilihat dari sisi makna atau kandungannya karena Al-Qur’an itu terdiri dari hukum, berita (cerita), dan tauhid. Surah Al-Ikhlas ini berisi bahasan tauhid.

3.Keutamaan mencintai Surat Al-Ikhlas. Kecintaan seperti ini akan memudahkan seseorang masuk surga.

Baca Juga: Hati-Hati, Bicara Agama Tanpa Ilmu Itu Menyesatkan

4. Surat Al-Falaq dan Surat An-Naas adalah dua surat yang terbaik yang diturunkan pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

5.Surat Al-Falaq dan An-Naas disebut mu’awwidzataan (dua surat berisi permintaan perlindungan).

6.Surat Al-Falaq dan An-Naas bisa dijadikan bacaan rukyah.

Ustaz Muhammad Abduh Tuasikal dikutip dari laman Rumasyo pada Selasa (12/1/2021) mengatakan keutamaan ketiga surat ini ada di dalam beberapa hadis.

Baca Juga: Waspada Covid-19 Ternyata Bagian dari Ketakwaan

Hadis Pertama

Dari Abu Said Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang surah “Qul huwallahu ahad (surah Al-Ikhlas)”, “Demi diriku yang ada pada tangan-Nya, sesungguhnya surah tersebut sama dengan sepertiga Al-Qur’an.”

Sedangkan dalam riwayat lain disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada para sahabatnya:

“Apakah salah seorang di antara kalian merasa lemah untuk membaca sepertiga Al-Qur’an pada satu malam?” Maka itu berat bagi mereka, dan mereka berkata, “Siapakah di antara kami yang sanggup melakukan itu, wahai Rasulullah?” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Qul huwallahu ahad Allahush shamad (surah Al-Ikhlas) adalah sepertiga Al-Qur’an.” (HR. Bukhari)

Hadis Kedua

Dari Abu Said Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ada seseorang mendengar seorang laki-laki membaca “Qul huwallahu ahad” (surah Al-Ikhlas) dengan terus mengulang-ulangnya. Maka ketika waktu Shubuh tiba, ia datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu menyebutkan tentang hal itu kepada beliau. Seolah orang itu menganggap kecil hal tersebut. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Demi diriku yang ada di tangan-Nya, sesungguhnya itu sama dengan sepertiga Al-Qur’an.” (HR. Bukhari)

Hadis Ketiga

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang surah “’Qul huwallahu ahad’ (surah Al-Ikhlas), “Sesungguhnya, ia sama dengan sepertiga Al-Qur’an.” (HR. Muslim)

Hadis Keempat

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, “Ada seorang lelaki berkata, ‘Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku mencintai surah ini, ‘Qul huwallahu ahad’ (surah Al-Ikhlas).’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya dengan mencintainya dapat memasukkanmu ke surga.’” (HR. Tirmidzi). Ia berkata bahwa hadis ini hasan. Hadits ini juga dikeluarkan oleh Al-Bukhari dalam kitab sahihnya secara mu’allaq, tanpa sanad). (HR. Tirmidzi, no. 2901 dan Al-Bukhari secara mu’allaq, Fath Al-Bari, 2:255. Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilaly menyatakan dalam Bahjah An-Nazhirin Syarh Riyadh Ash-Shalihin, 2:216, sanad hadits ini hasan).

Hadis Kelima

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidakkah engkau mengetahui ayat-ayat yang telah diturunkan malam ini yang belum pernah ada sama sekali sebelumnya? Yaitu, Qul ‘audzu birabbil falaq (surah Al-Falaq) dan Qul ‘audzu birabbin naas (surah An-Naas).” (HR. Muslim)

Hadis Keenam

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu berlindung dari jin dan ‘ain (mata hasad manusia), sampai turun dua mu’awwidzataan (surah Al-Falaq dan surah An-Naas). Ketika keduanya turun, beliau mengambil keduanya dan meninggalkan yang lainnya. (HR. Tirmidzi, no. 2058 dan ia berkata bahwa haditsnya hasan). [HR. Tirmidzi, no. 2058; Ibnu Majah, no. 3511; An-Nasa’i, 8:271. Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilaly menyatakan dalam Bahjah An-Nazhirin Syarh Riyadh Ash-Shalihin, 2:217, sanad hadis ini sahih).

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini