Waspada Covid-19 Ternyata Bagian dari Ketakwaan

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Selasa 12 Januari 2021 15:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 12 614 2343057 waspada-covid-19-ternyata-bagian-dari-ketakwaan-qX2QhHxj8W.jpg Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir. (Foto:Okezone)

JAKARTA- Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengingatkan waspada terhadap Virus Covid-19 adalah bagian ketakwaan.

“Waspada itu bagian dari taqwa wiqayah (menjaga) namanya. Jadi, salah satu sifat taqwa itu kewaspadaan. Ini bukan soal takut dan tidak takut terhadap virus, manusiawi kita harus takut karena memang virus ini ganas,” kata Haedar dalam Resepsi Milad ke-108 Muhammadiyah PDM Probolinggo, akhir pekan lalu.

Menurutnya, orang yang segar bugar fisiknya, tubuhnya atletis dan usianya masih muda tidak ada jaminan dapat terbebas dari Covid-19.

Baca Juga: Mencari Rezeki Itu Ibadah, Tapi Jangan Lalaikan Sholat Tepat Waktu saat Jam Kerja

“Oleh karena itu, kita perlu wiqayah (menjaga, memelihara). Juga jangan salah anggapan kenapa harus takut kepada virus, takutlah kepada Allah. Padahal takut kepada Allah itu juga harus takut kepada ancaman dari makhluk Allah termasuk virus,” lanjut Haedar dikutip dari laman Muhammadiyah, Selasa (12/1/2021)

Lebih spesifik Haedar menjelaskan, takut kepada Allah termasuk harus takut terhadap ancaman makhluk Allah yang membahayakan diri dan tentu takutnya beda dengan takut kepada Allah.

“Takut dari ancaman Allah atau kejadian itu merupakan wujud dari tujuan syariah Islam kita, yaitu hifdun nafs(menjaga jiwa) yang merupakan bagian dari agama bukan urusan takut dan tidak takut seakan-akan kita tidak beragama,” kata Haedar.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Menurutnya menjaga dan memelihara diri termasuk bagian beragama dimana kita harus menjaga jiwa. Selain hifdz ad-din (menjaga agama) agar tetap tegak, lurus dan terawat dari penyimpangan.

Ketiga, kata Haedar kita harus hifdzul maaal (menjaga harta) yang merupakan hasil dari usaha dan jerih payah dari bekerja. Lebih perlu ditambah agar bisa berzakat, berinfaq dan bersedakah.

Kempat yang tidak kalah penting kata Haedar adalah hifdun nasl (menjaga keturunan) dengan merawat dan menjaganya dengan baik. Dan yang terakhir adalah hifdzul aql (menjaga akal) agar tetap sehat, waras , tidak menyimpang akal pikirannya, tidak terganggu tetapi juga dijaga agar selalu diberi asupan ilmu.

 “Jadi, menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga harta, menjaga akal dan menjaga keturunan itu bagian dari agama. Bagian dari al umur ad-diniyah urusan ad-duniawiyah (urusan dunia) itu bagian dari urusan ad-diniyah (urusan agama). Dan itulah cirinya Islam tidak memisah-misahkan,” kata Haedar.

 Karena itu, baginya penting warga masyarakat tetap hati-hati dan tetap menerapkan 3 M: menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun dengan disiplin menjadi bagian dari agama sekaligus menjaga jiwa. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya