Hijrah Penuh Godaan, Senjatanya Teguhkan Niat dan Bersabarlah

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Senin 18 Januari 2021 08:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 15 330 2345199 hijrah-penuh-godaan-senjatanya-teguhkan-nia-dan-bersabarlah-QW94EhtuHB.jpg Hijrah memerlukan niat yang kuat dan teguh. (Foto:Freepik)

JAKARTA- Jika seorang Muslim sudah berniat hijrah kepada kepada ajaran Islam maka sabar dan teguhkan niat itu.

Seorang Muslim tidak lantas kecut dan meninggalkan ajaran Islam hanya karena celaan orang-orang yang memang suka mencela. Mengapa? Sebab semakin hebat gangguan dan cemoohan maka semakin dekat pula pertolongan Allah Ta'ala.

Berkata Al Imam Ibnu Utsaimin Rahimahullah: “Mencemooh orang yang menyeru kepada jalan kebaikan adalah merupakan tabiat manusia kecuali orang yang dirahmati.

Ustaz Abul Aswad Al Bayaty dalam pesan kajiannya dikutip pada Senin (18/1/2021) mengingatkan Allah berfirman kepada Nabi-Nya:

Baca Juga: Kisah Nabi Sulaiman Hampir Saja Mengazab Burung Hud-Hud

“Dan sesungguhnya telah didustakan pula rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan yang dilakukan terhadap mereka, sampai datang pertolongan Allah kepada mereka. Tak ada seorangpun yang dapat merubah janji-janji Allah.”(Qur'an Surah Al An’am: 24).

Semakin hebat gangguan dan cemoohan maka semakin dekat pula pertolongan Allah. Dan tidaklah pertolongan itu khusus diberikan pada seseorang ketika ia hidup didunia sehingga ia bisa menyaksikan hasil dakwahnya terwujud.

Bahkan kadang-kadang pertolongan itu muncul setelah kematiannya, dengan jalan Allah menjadikan hati manusia menerima apa yang ia dakwahkan, melaksanakannya serta berpegang teguh dengannya.

Yang seperti ini termasuk pertolongan Allah kepada orang yang menyeru manusia kepada kebaikan walaupun ia telah mati.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Maka wajib bagi seorang da’i untuk bersabar dan terus-menerus exist di dalam berdakwah serta bersabar menghadapi gangguan serta celaan.

Lihatlah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam yang dilempari batu oleh kaumnya sampai berdarah-darah, beliau berkata sembari mengusap darah yang mengucur dari wajah beliau yang mulia, "Ya Allah ampunilah kaumku sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti."

Beginilah selayaknya seorang muslim. Dia tidak lantas kecut dan meninggalkan ajaran Islam hanya karena celaan orang-orang yang memang suka mencela.

"Hanya karena dibilang manusia purba yang terdampar di abad 21 lantas menjadi minder, tidak percaya diri, tidak merasa mulia dengan ajaran Islam. Bahkan terkesan membenarkan anggapan orang kafir bahwasanya Islam identik dengan keterbelakangan," ucapnya.

Karena Islam akan lenyap seandainya kaum muslimin tidak berpegang teguh dengannya. Dan lenyapnya Islam tidak serta merta, akan tetapi dia digerogoti dan dipreteli satu demi satu.

Al Imam Abdullah bin Ad Dailami menyatakan: “Sesungguhnya sebab lenyapnya agama Islam adalah dengan ditinggalkannya sunnah. Agama bisa lenyap dengan lenyapnya sunnah satu demi satu sebagaimana tali yang terputus benangnya satu demi satu.” (Lihat 'Syarah Ushul i’tiqod Ahlis Sunnah wal Jama’ah' 1/161 riwayat no : 127 oleh Al Imam Al Lalika’i, lihat pula Al 'Bida’ wan Nahyu ‘anha': 73 oleh Al-Imam Ibnu Wadhoh).

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini