Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kerap Ucapkan Insya Allah Tapi Ingkar Tanda Nifaq, Apa Itu?

Vitrianda Hilba Siregar , Jurnalis-Senin, 01 Februari 2021 |07:00 WIB
Kerap Ucapkan Insya Allah Tapi Ingkar Tanda Nifaq, Apa Itu?
Bila sudah berjanji dengan menyebut Insya Allah maka penuhilah janji itu. (Foto:Ilustrasi/Freepik)
A
A
A

1. Jika ia bicara, ia berdusta.

2. Jika ia berjanji, ia ingkar janji.

3. Jika ia diberi amanah, ia berkhianat” (HR. Al Bukhari dalam At Tarikh Al Kabir [8/386], Ibnu Hibban no. 256, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah no. 1998).

Jika berjanji, walaupun dengan ucapan insyaAllah, maka wajib ditepati. Jika tidak sanggup maka jangan berjanji, dan hendaknya ucapkan “tidak” sejak awal.

Syaikh Dr. Shalih Sindi hafizhahullah mengatakan:

“Membatalkan (janji ketika sudah menyanggupi) adalah akhlak yang rendahan, maka hendaknya jauhilah

Para ulama mengatakan: seburuk-buruk perkataan adalah ucapan ‘tidak’ setelah sebelumnya sudah berkata: ya” (Al Adab ‘Unwanus Sa’adah, hal. 33, karya Syaikh Dr. Shalih Sindi).

Maka hendaknya berpikir dulu dengan bijak sebelum mengiyakan sesuatu, dan beranilah mengucapkan “tidak” jika memang tidak yakin bisa menyanggupi. Wallahu a’lam. 

(Vitrianda Hilba Siregar)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement