Fenomena Sumpah Demi Alex, Ulama: Perbuatan Syirik Meski Diucapkan Benar

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Jum'at 05 Februari 2021 10:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 05 330 2356909 fenomena-sumpah-demi-alex-ulama-perbuatan-syirik-meski-diucapkan-benar-0noZjVyDKN.jpg Sumpah demi Alex viral di media sosial perbuatan syirik. (Foto: Facebook/Tangkapan Layar)

JAKARTA- Sumpah demi Alek. Kalimat ini menjadi viral di media sosial diucapkan anak-anak muda zaman now.

Apakah ini dibenarkan, atau dimaklumkan karena kalimat ini bisa jadi hanya candaan saja? Lantas bagaimana Islam menjawabnya.

Ustaz Abu Haidar As Sundawi menjelaskan di dalam sumpah terkandung sikap pengagungan kepada yang namanya disebut dalam sumpah tersebut.

Sedangkan pengagungan termasuk jenis ibadah yang tidak boleh ditujukan, kecuali hanya kepada Allah Azza wa Jalla.

Baca Juga: Viral Kotak Amal Berbentuk Keranda Jenazah Bikin Netizen Auto Sedekah

"Oleh karena itu, bersumpah adalah ibadah yang hanya boleh ditujukan kepada Allah saja dengan mengatakan demi Allah saja! Berdasarkan hal itu, maka bersumpah dengan menyebut nama selain nama Allah adalah perbuatan syirik," sebutnya dikutip dari laman Almanhaj pada Jumat (5/2/2021).

Dalam sumpah tersebut, lanjutnya terkandung pengagungan kepada selain Allah, berdasarkan hadits dari Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Barangsiapa yang bersumpah dengan menyebut selain nama Allah, maka sungguh dia telah kafir atau musyrik”

Baca Juga: Hasih Riset, Muslimah Bercadar di AS dan Eropa Direspons Positif Selama Pandemi

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim, seperti yang dikutip Ibnu Katsir dalam tafsrinya (1/57). Syaikh Sulaiman berkata dalam Taisirul Aziz (hal 587): ‘Sanadnya jayyid’.

Ustaz Abu Haidar As Sundawi juga menjelaskan yang dimaksud bersumpah dengan menyebut selain nama Allah -yang dianggap musyrik- maksudnya, mencakup segala sesuatu selain Allah, baik itu Ka’bah, rasul, langit, malaikat dan lain-lain. Misalnya, yaitu dengan mengatakan “demi Ka’bah”, atau “demi Rasulullah”, “demi Jibril”, demi cintaku kepadamu, demi langit yang luas, dan seterusnya. Tetapi, larangan ini tidak mencakup sumpah dengan menyebut sifat Allah, karena sifat itu mengikuti Dzat yang disifatinya (Allah). Oleh karena itu, kita boleh mengatakan “demi kemuliaan Allah

Karena besarnya dosa bersumpah dengan menyebut selain nama Allah, sehingga Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu mengatakan :

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

“Kalau aku bersumpah dengan menyebut nama Allah dengan kedustaan, maka hal itu lebih aku sukai daripada bersumpah secara jujur dengan menyebut selain nama Allah”.

Jadi, kata dia, bersumpah dengan menyebut nama Allah untuk suatu kebohongan adalah termasuk dosa besar, akan tetapi, dosanya lebih ringan daripada bersumpah secara jujur, tetapi dengan menyebut selain nama Allah dalam sumpahnya."

Bersumpah palsu dengan menyebut nama Allah adalah diharamkan. Pertama : Hal itu termasuk kebohongan, dan kebohongan adalah diharamkan.

Kedua : Kebohongan ini disandingkan dengan sumpah, sedangkan sumpah adalah pengagungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Apabila sumpahnya untuk suatu kebohongan, berarti di dalamnya terkandung sikap tanaqqus (penghinaan) terhadap Allah, karena menjadikan namaNya sebagai penguat kebohongan.

Oleh karena itu, bersumpah dengan menyebut nama Allah untuk suatu kebohongan -menurut sebagian ulama- termasuk sumpah palsu yang menyebabkan pelakunya terjerumus kepada dosa, kemudian ke neraka.

Adapun bersumpah secara jujur dengan menyebut selain nama Allah, maka ini diharamkan karena satu alasan, yaitu syirik. Bahaya syirik lebih besar daripada keburukan dusta, dan lebih besar pula dosanya daripada keburukan bersumpah dengan menyebut nama Allah untuk kebohongan.

Juga lebih besar pula dosanya daripada sumpah palsu, apabila kita katakan bahwa bersumpah dengan menyebut nama Allah untuk kebohongan termasuk sumpah palsu; karena dosa syirik dosanya tidak akan diampuni.

Allah berfirman :

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik“. (An Nisa/4 : 116).

Tidaklah Allah mengutus para rasul dan tidak pula menurunkan kitab, kecuali untuk memberantas kemusyrikan ini. Karena syirik merupakan dosa yang paling besar.

Allah berfirman : “Sesungguhnya syirik itu adalah kezhaliman yang paling besar“. (Luqman/31 : 13).

Disebutkan dalam salah satu hadits, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya : ”Dosa apakah yang paling besar?”

 Beliau menjawab :

“Engkau membuat tandingan bagi Allah, padahal Dialah yang menciptakanmu” .

Syirik mengandung kedustaan, karena orang yang menjadikan serikat bagi Allah adalah pendusta, bahkan orang yang paling pendusta, karena Allah tidak memiliki sekutu.

Bila seseorang yang bersumpah dengan menyebut selain nama Allah itu meyakini bahwa yang namanya disebut itu dianggap sama dengan Allah dalam hal keagungan dan pengagungan, maka dia telah melakukan syirik besar. Akan tetapi, jika tidak, maka perbuatannya tersebut termasuk syirik kecil. 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini