Share

Qadha Puasa, Ini Beberapa Catatan Penting Sebelum Melaksanakan

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Rabu 10 Februari 2021 11:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 10 330 2359696 qadha-puasa-ini-beberapa-catatan-penting-sebelum-melaksanakan-2l7bTR7hfU.jpg Qadha puasa Ramadhan. (Foto:Freepik)

JAKARTA- Qadha puasa atau membayar utang puasa Ramadhan bagaimana aturannya. Siapa yang tidak berpuasa di bulan Ramadhan karena sakit atau bersafar (menjadi musafir), maka wajib meng-qadha sesuai jumlah hari yang ia tidak berpuasa.

ย Allah Taโ€™ala berfirman:

ุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ูŠูุณูŽุงุฑูุนููˆู†ูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑูŽุงุชู ูˆูŽู‡ูู…ู’ ู„ูŽู‡ูŽุง ุณูŽุงุจูู‚ููˆู†ูŽ

โ€œDan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.โ€ (QS. Al-Baqarah: 185)

Ustaz Muhammad Abduh Tuasikal menjelaskan ada beberapa catatan tentang melaksanakan qadha puasa.

Baca Juga:ย Menutup Aurat untuk Perempuan Saat Sholat, Apa Batasannya?

Pertama: Qadha puasa Ramadhan sebaiknya dilakukan dengan segera (tanpa ditunda-tunda) berdasarkan firman Allah Taโ€™ala:

ุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ูŠูุณูŽุงุฑูุนููˆู†ูŽ ูููŠ ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑูŽุงุชู ูˆูŽู‡ูู…ู’ ู„ูŽู‡ูŽุง ุณูŽุงุจูู‚ููˆู†ูŽ

โ€œMereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.โ€ (QS. Al-Muโ€™minun: 61)

Kedua: Dari laman Rumasyo dikutip pada Rabu (10/2/2021) disebutkan, qadha puasa tidak boleh dibatalkan kecuali jika ada uzur yang dibolehkan sebagaimana halnya puasa Ramadhan.

Ketiga: Tidak wajib membayar qadha puasa secara berturut-turut, boleh saja secara terpisah. Karena dalam ayat diperintahkan dengan perintah umum:

Baca Juga:ย Doa Bercermin Bukan hanya Memohon Kesempurnaan Fisik tapi Juga Akhlak

ููŽุนูุฏูŽู‘ุฉูŒ ู…ูู†ู’ ุฃูŽูŠูŽู‘ุงู…ู ุฃูุฎูŽุฑูŽ

โ€œMaka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.โ€ (QS. Al Baqarah: 185). Ibnu โ€˜Abbas radhiyallahu โ€˜anhuma mengatakan, โ€œTidak mengapa jika (dalam mengqadhaโ€™ puasa) tidak berurutan.โ€ (Dikeluarkan oleh Bukhari secara muโ€™allaq โ€“tanpa sanad- dan juga dikeluarkan oleh Abdur Rozaq dalam Mushonnafnya, 4:241,243, dengan sanad yang sahih).

Keempat: Qadhaโ€™ puasa tetap wajib berniat di malam hari (sebelum Shubuh) sebagaimana kewajiban dalam puasa Ramadhan. Puasa wajib harus ada niat di malam hari sebelum Shubuh, berbeda dengan puasa sunnah yang boleh berniat di pagi hari.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Dari Hafshah Ummul Mukminin radhiyallahu โ€˜anha bahwa Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda:

ู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูุจูŽูŠูู‘ุชู’ ุงู„ุตูู‘ูŠูŽุงู…ูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑู ููŽู„ูŽุง ุตููŠูŽุงู…ูŽ ู„ูŽู‡ู

โ€œBarangsiapa yang tidak berniat di malam hari sebelum fajar, maka tidak ada puasa untuknya.โ€ (HR. Abu Daud, no. 2454; Tirmidzi, no. 730; An-Nasai, no. 2333; dan Ibnu Majah no. 1700. Para ulama berselisih apakah hadits ini marfuโ€™โ€”sampai pada Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallamโ€”ataukah mauqufโ€”hanya sampai pada sahabatโ€“. Yang menyatakan hadits ini marfuโ€™ adalah Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, Al-Baihaqi, An-Nawawi. Sedangkan yang menyatakan hadits ini mauqufadalah Al-Imam Al-Bukhari dan itu yang lebih sahih. Lihat Al-Minhah Al-โ€˜Allam fii Syarh Al-Bulugh Al-Maram, 5:18-20).

Baca Juga:ย Agar Sholat Menjadi Sah, Perhatikan 6 Hal Ini

Adapun puasa sunnah (seperti puasa Syawal) boleh berniat dari pagi hari hingga waktu zawal (matahari tergelincir ke barat). Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini:

ุนูŽู†ู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ุฃูู…ูู‘ ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ูŽู‘ ุงู„ู†ูŽู‘ุจูู‰ูู‘ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ุฐูŽุงุชูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ู‡ูŽู„ู’ ุนูู†ู’ุฏูŽูƒูู…ู’ ุดูŽู‰ู’ุกูŒ ยป. ููŽู‚ูู„ู’ู†ูŽุง ู„ุงูŽ. ู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ููŽุฅูู†ูู‘ู‰ ุฅูุฐู‹ุง ุตูŽุงุฆูู…ูŒ ยป. ุซูู…ูŽู‘ ุฃูŽุชูŽุงู†ูŽุง ูŠูŽูˆู’ู…ู‹ุง ุขุฎูŽุฑูŽ ููŽู‚ูู„ู’ู†ูŽุง ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฃูู‡ู’ุฏูู‰ูŽ ู„ูŽู†ูŽุง ุญูŽูŠู’ุณูŒ. ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ุฃูŽุฑููŠู†ููŠู‡ู ููŽู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽุตู’ุจูŽุญู’ุชู ุตูŽุงุฆูู…ู‹ุง ยป. ููŽุฃูŽูƒูŽู„ูŽ

Imam Nawawi membawakan judul bab untuk hadits di atas โ€œBolehnya berniat di siang hari sebelum zawal untuk puasa sunnah. Boleh pula membatalkan puasa sunnah tanpa ada uzur. Namun, yang lebih baik adalah menyempurnakannya.โ€

Imam Nawawi juga berkata, โ€œMenurut jumhur (mayoritas) ulama, puasa sunnah boleh berniat di siang hari sebelum waktu zawal.โ€ (Lihat Syarh Shahih Muslim, 8: 32-33).

Kelima: Ketika ada yang melakukan qadhaโ€™ puasa lalu berhubungan intim di siang harinya, maka tidak ada kewajiban kafarah, yang ada hanyalah qadhaโ€™ disertai dengan taubat. Kafarah berat (yaitu memerdekakan seorang budak, jika tidak mampu berarti berpuasa dua bulan berturut-turut, jika tidak mampu berarti memberi makan pada 60 orang miskin, pen.) hanya berlaku untuk puasa Ramadhan saja.ย 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini