Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Eksistensi Grup Kasidah Nasida Ria Sejak 1975, Dulu Pakai Kaset Kini Tampil di Medsos

Agregasi BBC Indonesia , Jurnalis-Rabu, 10 Februari 2021 |13:11 WIB
Eksistensi Grup Kasidah Nasida Ria Sejak 1975, Dulu Pakai Kaset Kini Tampil di Medsos
Nasidah Ria. (Foto:Nasidah Ria/BBC)
A
A
A

JAKARTA- Nasida Ria grup legendaris khusus membawakan lagu-lagu kasidahan asal Semarang, Jawa Tengah ini terus berupaya untuk tetap eksis di blantika musik Indonesia.

Grup yang didirikan pada 1975 dan mereka kini hidup di era digital terus bertahan melalui media sosial serta regenerasi demi berdakwah dan menjaga tradisi.

Grup beranggotakan para perempuan ini mempunyai kisah-kisah lucu dan mengharukan meluncur dari ingatan Rien Djamain dan 10 personel grup musik kasidah Nasida Ria melalui tayangan langsung Nasida Ria TV di kanal Youtube.

Baca Juga: Cut Syifa Berhijab Takut Karier Redup, Rezeki Sudah Ada yang Atur

Mereka menyapa penggemar dan berbagi pengalaman selama bermusik dengan mengusung genre kasidah. Penampilan virtual dari studio Nasida Ria di Gunungpati, Semarang, khusus digelar untuk merayakan "45 Tahun Nasida Ria Berkarya".

Grup musik kasidah yang beranggotakan 11 personel dari generasi satu hinga tiga masih eksis dan sanggup menembus batas dengan teknologi digital. Mereka adalah Rien Djamain (bass gitar), Afuwah (kendang), Nadhiroh (biola), Nurhayati (biola ), Sofiatun (keyboard), Hamidah (seruling), Nurjanah (gitar), Uswatun Hasanah (gitar), Titik Mukaromah (gitar), Siti Romnah (piano), Thowiyah (kendang ). Semua personelnya minimal menguasai tiga jenis alat musik dan vokal sehingga dapat saling bergantian ketika pentas.

Choliq Zain, General Manager Nasida Ria, mengatakan Nasida Ria tetap produktif di saat pandemi dengan berbagai konten di platform digital termasuk mengisi acara di televisi swasta.

Baca Juga: 2 Balita Anak Ustaz Maheer Hadiri Pemakaman, UYM Ajak Ulurkan Tangan

"Kalau pentas outdoor tidak boleh, harus pintar-pintar cari peluang. Manajemen membuat konser virtual di studio sendiri, lalu di-share ke YouTube," jelasnya kepada wartawan di Semarang, Nonie Arnee, yang melaporkan untuk BBC News Indonesia.

Konser virtual sederhana menjadi strategi mendekatkan Nasida Ria pada pencinta musik segala umur. Sekaligus membuktikan grup musik kasidah modern asal Semarang ini tak redup dimakan zaman.

"Era digital harus berubah. Kalau tidak, kita ketinggalan zaman. Dulu kita jualan pakai kaset, CD, VCD, DVD, sekarang pakai YouTube. Ada banyak platform seperti Joox. Kalau ada yang bertanya tidak produksi, tidak tampil, sekarang klik bisa lihat ada vlog, kegiatan macam-macam," kata Choliq Zain.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement