850 Tahun Kelahiran Fibonacci Jadi Momen Ancaman Penggunaan Angka Romawi

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Selasa 23 Februari 2021 18:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 23 614 2366884 850-tahun-kelahiran-fibonacci-jadi-momen-ancaman-penggunaan-angka-romawi-yBiZ5CPpW6.jpg Fibonacci atau Leonardo da Pisa. (Foto:Getty Images/BBC)

JAKARTA- Tahun ini menandakan perayaan 850 tahun kelahiran Fibonacci. Ini bisa juga menjadi momen yang mengancam penggunaan angka-angka Romawi.

Di Inggris, penunjuk waktu tradisional dengan angka Romawi telah diganti dengan jam digital yang lebih mudah dibaca di dalam kelas karena khawatir para siswa tak mampu lagi mengetahui waktu analog dengan benar.

Di beberapa wilayah di dunia, pemerintah telah menghapus angka Romawi dari tanda-tanda lalu lintas jalan dan dokumen-dokumen resmi, sementara Hollywood telah meniadakan penggunaan angka Romawi ke dalam judul sekuel.

Baca Juga: Ilmuwan Islam Muhammad Ibn Musa Al-Khwarizm Jadi Bapak Aljabar

Ajang olahraga The Superbowl yang terkenal telah menghapus penggunaan angka Romawi dalam perayaan ulang tahun ke-50, karena khawatir akan membingungkan para penggemar.

Namun, pergeseran penggunaan angka Romawi secara global ini juga menggarisbawahi perubahan perlahan aspek kehidupan lain yang tak terhitung.

Mungkin yang lebih penting, hilangnya angka Romawi mengungkap politik yang mengatur diskusi yang lebih luas mengenai matematika.

"Pertanyaan mengenai cerita siapakah yang kita ungkapkan, budaya siapa yang mendapat hak istimewa, dan bentuk-bentuk pengetahuan mana yang kita abadikan ke dalam bentuk pembelajaran formal pasti dipengaruhi oleh warisan kolonial Barat kita," kata Lucy Rycroft-Smith, editor dan peneliti di Fakultas Matematika Cambridge.

Baca Juga: Tiru Teladan Nabi Muhammad SAW, Masjid di Paris Tampung Tunawisma dan Non-Muslim

Mantan guru matematika, Rycroft-Smith, kini menjadi pemerhati pendidikan matematika terkemuka dan tengah meneliti kurikulum matematika yang berbeda-beda di dunia.

Meskipun Wales, Skotlandia dan Irlandia tidak memasukkan pelajaran mengenai angka Romawi ke dalam sistem belajar mereka, dan kurikulum Amerika Serikat tak memiliki kewajiban tentang pelajaran angka Romawi, akan tetapi Inggris secara eksplisit menyatakan siswa harus mampu membaca angka Romawi hingga 100.

Banyak dari kita tidak akan menemukan sesuatu yang istimewa lagi dari angka MMXX (ini adalah 2020 dalam angka Romawi, jika Anda tak menyadarinya).

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Kita mungkin secara samar mengenali Fibonacci atau bernama asli Leonardo da Pisa ini, untuk pola terkenal yang dinamai menurut namanya: Bilangan rekursif yang dimulai dari 1 dan diikuti dengan jumlah dari dua angka sebelumnya.

Bilangan Fibonacci memang luar biasa, muncul dengan frekuensi ajaib di alam raya - di cangkang kerang dan sulur tanaman, di bagian spiral kepala bunga matahari, di kerucut pinus, tanduk binatang, dan susunan daun kuncup pada batang, serta di dunia digital (ilmu kumputer dan pengkodean).

Polanya juga sering masuk ke dalam budaya pop: dalam sastra, film dan seni visual; sebagai nada yang berulang dalam sebuah lirik lagu atau partitur orkestra; bahkan di bidang arsitektur.

Tapi asal usul pengetahuan ilmu matematika milik Leonardo da Pisa adalah sesuatu yang jarang diajarkan di sekolah. Landasan utama pemikirannya bersumber dari perpustakaan yang berdiri hampir seribu tahun yang lalu, pada saat sebagian besar umat Kristen di Barat berada dalam kegelapan intelektual.

Ini adalah kisah yang harus membongkar pandangan Eropa sentris mengenai matematika, menyoroti pencapaian ilmu pengetahuan dunia Islam, dan memperdebatkan pentingnya sejarah angka-angka.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini