Cara Menasehati Keluarga yang Berbuat Syirik

Minggu 28 Februari 2021 18:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 27 330 2369384 cara-menasehati-keluarga-yang-berbuat-syirik-fn2dFPyNv2.jpg Berkumpul bersama keluarga dilandasi keridhaan Allah Ta'ala tanpa menyekutukannya. (Foto:Freepik)

JAKARTA - Berbuat syirik sangat dilarang di dalam Islam. Menyekutukan atau menduakan Allah Ta'ala ada perbuatan yang sangat tercela. Lantas bagaiamana bila di dalam keluarga terjadi seperti itu. Bagaimana mendakwahinya?

Bisa jadi ayah, ibu, paman atau kerabat mereka, melakukan kesyirikan yang berupa syirik akbar. Semisal berdoa kepada selain Allah, istighatsah kepada selain Allah, tawakkal kepada selain Allah, mencela Allah Ta’ala atau mencela ajaran agama. Menjadi lebih parah lagi ketika mereka tidak mau menerima nasihat.

Ustaz Yulian Permana dalam isi pesannya dalam grup kajian dikutip pada Ahad (28/2/2021) mengatakan, perlu diketahui bahwa ketika nasihat diberikan, terkadang akan timbul fitnah (masalah) besar di dalam keluarga.

Baca Juga: Mengapa Praktik Dukun di Indonesia Masih Laris Manis?

Syaikh Muhammad Ali Farkus hafizhahullah mengatakan:

الحمد لله ربِّ العالمين، والصلاةُ والسلام على مَنْ أرسله الله رحمةً للعالمين، وعلى آله وصحبِه وإخوانِه إلى يوم الدِّين، أمَّا بعد

Orang yang melakukan syirik akbar itu berhak mendapatkan kemurkaan dari Allah, dan bara’ah (kebencian) yang mutlak yang tidak ada rasa cinta dan loyalitas terhadap mereka. Karena akidah al wala wal bara (cinta kepada ahli iman dan benci kepada ahli syirik) adalah tali keimanan yang paling kuat. Dan tali penghubung yang menjadi pondasi dari bangunan masyarakat Muslim. Ia juga merupakan konsekuensi dan syarat sah dari syahadat.

Allah Ta’ala berfirman:

لَّا تَجِدُ قَوۡمٗا يُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ يُوَآدُّونَ مَنۡ حَآدَّ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَوۡ كَانُوٓاْ ءَابَآءَهُمۡ أَوۡ أَبۡنَآءَهُمۡ أَوۡ إِخۡوَٰنَهُمۡ أَوۡ عَشِيرَتَهُمۡ

“Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka” (QS. Al Mujadalah: 22).

Baca Juga: Rasulullah Melaknat 10 Golongan yang Berurusan dengan Miras

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى أَكُونَ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِنْ وَالِدِهِ وَوَلَدِهِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

“tidak beriman salah seorang diantara kalian, sampai aku menjadi yang paling ia cintai daripada kedua orang tuanya dan anaknya dan seluruh manusia” (HR. Bukhari no.15, Muslim no.44).

Dan Allah Ta’ala telah memerintahkan Nabi-Nya Shallallahu’alaihi Wasallam untuk berlepas diri dari keluarganya dan apa yang mereka lakukan, jika itu bertentangan dengan perintah Allah.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(Vitri)

1
1

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya