Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pangeran Arab Bangun Masjid Berkapasitas 12.000 Jamaah di Solo, Ground Breaking Mulai Sabtu

Agregasi Solopos , Jurnalis-Kamis, 04 Maret 2021 |18:30 WIB
Pangeran Arab Bangun Masjid Berkapasitas 12.000 Jamaah di Solo, <i>Ground Breaking</i> Mulai Sabtu
Pelaksana proyek saat memperlihatkan gambar Masjid Pangeran Arab UEA di Solo. (Foto:Solopos)
A
A
A

SOLO - Masjid Pangeran Arab UEA di Solo atau Masjid Sheikh Zayed Mosque senilai Rp5,7 triliun akan dibangun mulai Sabtu (6/3/2021). Lokasi masjid nantinya menempati lahan seluas 2,9 hektare (ha) di lahan bekas Depo Pertamina Gilingan, Banjarsari, Solo.

Masjid ini adalah miniatur Syeikh Zayed Grand Mosque di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).

Saat ini, pelaksana proyek tengah merapikan dan meratakan permukaan lahan guna persiapan pembangunan.

Baca Juga: Masjid Pangeran Arab Senilai Rp5,7 Triliun Segera Dibangun di Solo

Rencananya masjid yang menghabiskan biaya Rp5,7 triliun itu akan mampu menampung 12.000 orang jemaah.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Solo, Hidayat Maskur, mengatakan seluruh bangunan masjid hingga bagian terkecilnya meniru Sheikh Zayed Grand Mosque karena menjadi miniaturnya.

Baca Juga: Tak Hanya Masjid, Pangeran Arab akan Segera Bangun Islamic Center dan Mal dekat UNS

Masjid di Gilingan, Solo, tersebut merupakan hadiah dari Putra Mahkota Raja Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan, untuk Presiden Joko Widodo.

“Secara keseluruhan untuk bentuk modelnya sama, hanya tempatnya beda dan dikurangi untuk ukurannya karena miniatur. Di luar pandemi Covid-19, masjid bisa menampung 12.000 orang jemaah,” katanya, Rabu (3/3/2021).

Sementara itu, hari ini Kamis (4/3/2021), Kepala Otoritas Umum Urusan Islam dan Wakaf Uni Emirat Arab (UEA) Dr. Mohamed Matar Salim al Kaabi datang ke Indonesia. Kedatangannya untuk merealisasikan kerja sama yang sudah disepakati.

Di antaranya pembangunan Masjid Sheikh Zayed Mosque di Solo. Masjid tersebut merupakan hibah dari Putra Mahkota Uni Emirat Arab, Mohamed bin Zayed sebagai tanda persahabatan dengan Indonesia.

Selain itu pengiriman imam Indonesia ke UEA, pelatihan muballig, sampai penguatan moderasi beragama.

(Vitrianda Hilba Siregar)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement