Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menilik Tradisi Islam di Kairo, Penabuh Bedug Sahur di Kala Ramadhan

Vitrianda Hilba Siregar , Jurnalis-Jum'at, 05 Maret 2021 |06:00 WIB
Menilik Tradisi Islam di Kairo, Penabuh Bedug Sahur di Kala Ramadhan
Penabuh bedug di Kairo, Mesir. (Foto: Tour Egypt)
A
A
A

Di Kairo, kata dia, penabuh  bedug sangat dihormati di lingkungannya. Dianggap orang bijak karena mampu menghafal semua nama penduduk setempat dan menjadi sangat bermanfaat dalam banyak situasi.

Syekh Ali begitu dikenal semua orang di lingkungannya. Dia pun tahu apa yang dilakukan masing-masing untuk mencari nafkah. Jadi dia membantu pada saat seseorang membutuhkan.

"Ketika saya beranjak dewasa, saya mewarisi pekerjaan dari ayah selain pekerjaan saya sebagai montir mobil. Saya telah melakukannya selama 28 tahun dan saya berharap putra saya melanjutkan sebagai pemukul bedug berkeliling permukiman saat Ramadhan sehingga pekerjaan ini terus berlanjut," tuturnya.

Meski pekerjaannya bersifat sukarela, namun warga di sekitarnya sering memberi tip kepadanya dengan makanan atau uang tunai ketika Ramadhan selesai.

"Pada hari pertama Idul Fitri (Festival) rumah kami menjadi ramai dengan permen dan uang Idul Fitri karena tetangga kami mengunjungi kami setelah sholat Idul Fitri untuk merayakan Idul Fitri," sebutnya.

Namun saat ini di Kairo orang banyak menggunakan alarm untuk bangun sahur. Oleh karena itu, pemukul bedug semakin berkurang, meskipun di beberapa lingkungan kehadirannya tetap diperlukan.

Sementara itu Halima Mitwaly, seorang ibu berusia 34 tahun menyayangkan hilangnya tradisi ini.

Penabuh  bedug mengunjungi rumah-rumah yang memang perlu penghuninya perlu dibangunkan. "Orang-orang seperti kita ini," kata dia.

Sekarang ini, orang-orang yang memiliki jam alarm untuk membangunkan sahur tidak membutuhkannya lagi, maka otomatis pemukul bedug tidak akan pergi rumah itu.

"Tetapi jika ingin melihat pemukul bedug bisa saja mengunjungi lingkungan kami setiap hari selama Ramadhan dari balik jendela kami dan di teras kami," bebernya.

Halima Mitwaly mengatakan tradisi ini begitu kuat sehingga pemukul bedug masih akan terus berlanjut di Kairo, kota dengan banyak keajaiban ini.

(Vitrianda Hilba Siregar)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement