Lebih lanjut, Buya berpesan kepada umat Muslim untuk senantiasa berhati-hati dan bersikap waspada akan adanya amalan-amalan tidak pasti atau palsu yang harus diperhatikan dan tidak boleh diikuti begitu saja. Hal ini dikarenakan dapat menjadi celah bagi pemecah kesatuan Islam yang dapat menimbulkan perdebatan dan permusuhan.
“Kalau riwayat-riwayat aneh hati-hati, terutama untuk para pembimbing. Harus waspada, karena kita bertanggung jawab langsung di hadapan Allah SWT.”
Jika tak bisa menentukan mana riwayat yang benar atau tidak, Buya menganjurkan untuk hanya mengikuti hadis Nabi yang sahih tadi.
(Vitrianda Hilba Siregar)