Kematian Husnul Khotimah, Saat Malaikat Mencabut Nyawa dengan Lembut

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Selasa 23 Maret 2021 07:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 22 330 2382208 kematian-husnul-khotimah-saat-malaikat-mencabut-nyawa-dengan-lembut-tIaW6HB78H.jpg Kematian adalah pintu awal kehidupan manusia selanjutnya menuju akhirat. (Foto: SINDOnews/Dok)

JAKARTA - Kematian adalah persoalan teramat serius, yang melibatkan lahir dan batin seseorang menuju pintu selanjutnya yakni alam akhirat, dengan tahapan-tahapan di dalamnya.

Mati adalah sesuatu pasti bagi yang bernafas, kematian sudah ada jalannya masing-masing, sudah ditentukan kapan waktunya. Proses kematiannya berbeda-beda dan perlakuan Allah terhadap setiap hambanya juga sesuai amalan dirinya di dunia, dan tergantung kadar keridhaan Allah kepada dirinya.

Jika orang tersebut selama di dunia banyak berbuat dzalim tentunya akan menerima proses kematian yang mungkin akan menyakitkan dan menyedihkan sebagai tanda bahwa dia harus mempertanggungjawabkan amalan buruk dirinya di dunia.

Baca Juga: Pencuri Terjelek dalam Sholat, Ini Ciri-Cirinya

Begitu juga sebaliknya jika dia adalah hamba yang saleh maka tidak perlu kuatir, cukup berserah diri kepada Allah atas ibadah, dan amal kebajikannya dan tentunya Allah akan memberikan perlakuan yang sepadan, sebab akhlaknya yang indah di dunia.

Imam Al-Qurtubi menyatakan beberapa ayat yang menggambarkan beratnya kesulitan dan kepedihan sakratul maut, seperti termaktub dalam QS. Al- An’an:93; Al-Waqi'ah: 83; Al-Qiyamah: 20; dan Surah Qaf: 19.

Baca Juga: Kiamat Hari Paling Terberat dan Tersulit bagi Manusia

Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustaz Ainul Yaqin menjelaskan, jika merujuk pada makna-makna ayat di atas, maka semua orang akan mengalami apa yang dinamai sakaratul maut.

"Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang dzalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedangkan para malaikat memukuli dengan tangannya (sambil berkata), “Keluarkanlah nyawamu.” Di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya,”(QS Al-An‘am: 93)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Bahkan, Nabi Muhammad SAW, pun ketika wafat juga merasakan sakaratul maut, seorang yang terjamin surganya, seperti yang disampaikan hadits yang diceritakan ibunda Aisyah RA : 

إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ بَيْنَ يَدَيْهِ رَكْوَةٌ أَوْ عُلْبَةٌ فِيهَا مَاءٌ فَجَعَلَ يُدْخِلُ يَدَيْهِ فِي الْمَاءِ فَيَمْسَحُ بِهِمَا وَجْهَهُ وَيَقُولُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ إِنَّ لِلْمَوْتِ سَكَرَاتٍ ثُمَّ نَصَبَ يَدَهُ فَجَعَلَ يَقُولُ فِي أخرجه البخاري ك الرقاق باب سكرات الموت و في المغازي باب مرض النبي ووفاته. الرَّفِيقِ الْأَعْلَى حَتَّى قُبِضَ وَمَالَتْ

Artinya:

“Bahwa di hadapan Rasulullah ada satu bejana kecil dari kulit yang berisi air. Beliau memasukkan tangan ke dalamnya dan membasuh muka dengannya seraya berkata: “Laa Ilaaha Illa Allah. Sesungguhnya kematian memiliki sakaratul maut (kepedihan)”.

Dan beliau menegakkan tangannya dan berkata: “Menuju Rafiqil A’la”. Sampai akhirnya nyawa beliau tercabut dan tangannya melemas (HR Bukhari 6029).

"Hal diatas menunjukkan maut adalah hal yang sangat subtantif urusan ruh adalah urusan tidak main-main, apalagi sesuatu yang dianggap bahwa mati menyenangkan, dan mudah dalam prespektif ilmiah tertentu, seperti perjumpaan orang mimpi dan bangun kembali setelah bertemu dengan kerabat yang sudah meninggal lebih dulu," paparnya dalam pesannya yang diterima Okezone, Selasa (23/3/2021).

Dia juga menjelaskan, semua orang menginginkan alamat mati dalam keadaan husnul khotimah, kematiaan yang indah dan bahagia bagi dirinya menuju perjumpaan Sang Khalik.

Dan tentunya malaikatpun akan mencabut nyawanya dengan lemah lembut, sebagai bentuk penghormatan pada dirinya. 

وَٱلنَّٰشِطَٰتِ نَشْطًا

Artinya :

Dan (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah-lembut.(QS. an-Naziat:2)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya