Esensi Ramadhan dan Ibadah Puasa Sebagai Jalan Pemberantasan Korupsi

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 19 April 2021 16:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 19 330 2397150 esensi-ramadhan-dan-ibadah-puasa-sebagai-jalan-pemberantasan-korupsi-L05lGWtN1H.jpg Ketua KPK H. Firli Bahuri. (Foto: Dok)

HARI  INI, segenap umat muslim dunia khususnya di Indonesia, tengah bersuka cita melaksanakan ibadah puasa bulan Ramadhan, bulan nan suci penuh berkah, penuh manfaat dan syafaat yang senantiasa memberikan tauladan baik bagi kehidupan seluruh umat manusia didunia ini.

Ramadhan sarat dengan nilai-nilai pendidikan, melatih, membentuk dan menjadikan kita sebagai sosok sederhana, sabar, jujur serta amanah dan menjunjung tinggi integritas sebagai hamba-Nya.

Nilai-nilai pendidikan dalam Bulan Suci Ramadhan inilah yang dapat menguatkan karakter segenap anak untuk melawan laten, doktrin dan ideologi korupsi yang telah berurat akar di republik ini.

Esensi ibadah puasa dan Ramadhan-lah yang juga dimaknai Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) sebagai salah satu upaya pemberantasan korupsi dinegeri ini, yang sejatinya memang harus di inisiasi dan dimulai dari diri kita sendiri.

Dalam Surat Al‐Baqarah

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS. al- Baqarah, 2: 183)

Dari ayat ini jelas dikatakan bahwasanya takwa adalah tujuan dari ibadah puasa. Kata takwa, menurut HAMKA dalam tafsirnya, Al-Azhar berarti memelihara hubungan yang baik dengan Allah SWT dengan cara menjalankan semua perintah-Nya dan meninggalkan seluruh larangan-Nya.

Perilaku koruptif dan kejahatan korupsi jelas bukan perintah dan dilarang oleh-Nya karena dapat merusak hubungan yang baik antara hamba dengan Tuhan Yang Maha Esa.

Bukan hanya Islam, agama dan aliran kepercayaan apapun dimuka bumi ini sudah tentu melarang umatnya berperilaku koruptif dan melakukan kejahatan korupsi karena dua hal tersebut juga dapat merusak agama atau aliran kepercayaan.

Korupsi bahkan dapat meluluh lantakkan sebuah bangsa dan negara, mengingat dampak destruktif korupsi bukan hanya menghancurkan perekonomian semata, namun merusak mindset serta kuktur seluruh tatanan kehidupan bangsa dan negara.

Jelas sudah korupsi bukan sekedar musuh negara, korupsi adalah musuh bersama segenap umat beragama dan aliran kepercayaan dimuka bumi ini.

Karena itulah, dalam bulan yang baik, penuh berkah, hidayah dan inayah ini, bersama kita gelorakan selalu semangat anti korupsi, sebagai bentuk ketakwaan sebagai Umat-Nya dalam menjaga keberlangsungan hidup dan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam kesempatan ini, izinkan kami memohon maaf atas segala kelemahan, kekurangan, kesilapan dan kekhilafan selama ini.

Semoga Allah SWT mempermudah ibadah kita dibulan Ramadhan, bulan nan suci dan mengabulkan seluruh cita-cita luhur bangsa ditengah situasi dan kondisi serta ragam halang rintang cobaan untuk menjadi bangsa dan negara yang besar, maju, yang Insya Allah akan terwujud dengan izin-Nya.

Oleh: H.Firli Bahuri,

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(Vitri)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya