Renungan Ramadhan, Memaknai Tujuan Puasa

Adam Prawira, Jurnalis · Jum'at 23 April 2021 03:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 23 330 2399338 renungan-ramadhan-memaknai-tujuan-puasa-J0L5Tpfg2D.jpg Renungan Ramadhan. (Foto: Freepik)

“Yang mana semua itu percepatannya demi keadilan sosial itu. Jadi substansi puasa itu kalau tidak dibarengi dengan komitmen sosial, tentunya puasa itu hampir tidak bermakna,” tukasnya.

Dalam memaknai puasa, dia mengatakan mesti muhasabah dengan untuk memperbaiki hati, melatih, menyucikan, dan membersihkannya. Nabi Muhammad SAW pernah mengatakan janganlah puasa ini menjadi penahan lapar dan haus saja yang mana pada akhirnya tidak tercapai tujuan dari puasa itu.

“Kalau selama puasa itu dia tetap melakukan hal-hal yang diharamkan dan dilarang oleh Allah, seperti mengadu domba, ghibah, menyebar fitnah tentu akan tidak bermakna puasanya,” terangnya.

Muflich menambahkan, sinergisitas para ulama dan umara itu harus terus dilakukan dan terbangun sedemikian rupa. Ini agar apa yang menjadi kebijakan itu bisa merupakan kesepakatan ulama-umara.

Karena, menurut dia, ulama yang disegani dan memiliki pengaruh di masyarakatnya pun harus terus menyampaikan imbauan, mengingatkan terus umatnya mengenai pentingnya kita misalkan mengikuti protokol kesehatan dan menahan diri.

“Nah itu kalau pemerintahnya terus menyuarakan dan menyosialisasikan itu, umaranya bersama aparatnya semua, insya Allah masyarakat akan mengikuti. Masyarakatnya juga jangan bosan. Seperti salat, kita semua juga mesti selalu diingatkan dengan kumandang adzan setiap lima waktu. Jadi kita juga jangan bosan-bosan untuk mengingatkan masyarakat,” ucapnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(Vitri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya