Apakah Orang Meninggal Husnul Khatimah di Bulan Ramadhan Langsung Masuk Surga?

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 23 April 2021 05:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 23 330 2399361 apakah-orang-meninggal-husnul-khatimah-di-bulan-ramadhan-langsung-masuk-surga-E57q8YuJmr.jpg Sholat jenazah. (Foto: SINDOnews)

JAKARTA - Apakah orang meninggal dalam keadaan husnul khatimah di Bulan Ramadhan langsung masuk surga tanpa hisab?

Seorang yang meninggal di waktu mulia seperti ini, pertanda baik insyaAllah, apalagi jika jika kesehariannya dia sebagai orang yang bertakwa dan beramal saleh.

Ustadz Ahmad Anshori, Alumni Universitas Islam Madinah yang juga pengajar di PP Hamalatul Qur’an Yogyakarta menjelaskan, meninggalnya seorang yang saleh di bulan yang mulia ini, adalah tambahan kabar gembira untuknya dan untuk keluarga yang dia tinggal.

Baca Juga: Naik Pesawat ke Luar Negeri dengan Perbedaan Waktu, Bagaimana Hukum Puasanya?

Nabi Shallallahu alaihi wa sallam menerangkan tentang Husnul Khotimah. 

إذا أراد الله بعبد خيرا استعمله قيل : ما يستعمله ؟ قال : يوفّقه لعملٍ صالحٍ قبل موته

“Apabila Allah menginginkan kebaikan kepada seorang hamba, Allah akan mempekerjakannya. Apa yang dimaksud Allah mempekerjakannya ya Rasulullah?tanya para sahabat. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam menjawab, “Dia dimudahkan untuk beramal shalih sebelum meninggalnya.” (HR. Ahmad).

Lebih-lebih jika ini terjadi di bulan paling mulia seperti Ramadhan. Karena amal shaleh seperti, puasa, sedekah, sholat, kesabaran, tawakal, keikhlasan, keridhoan dengan takdir Allah, akan semakin besar kelipatan pahalanya saat dikerjakan di waktu – waktu yang mulia. "Maka orang sholih yang meninggal di bulan suci Ramadhan, insyaallah itu pertanda baik, pertanda Husnul Khotimah insyaallah,"ungkap Ustadz Ahmad Anshori.

Baca Juga: Gerakan Wakaf Uang Bisa Menjadi Cara Memakmurkan Rakyat

Apakah Langsung Masuk Surga Tanpa Hisab?

Namun demikian, yang meninggal di bulan ramadhan, tidak semuanya orang baik. Ada juga orang jahat yang meninggal di bulan berkah ini. Meskipun demikian, kita tidak menyebut, dia meninggal dengan baik. Beda antara meninggal di bulan ramadhan dengan meninggal ketika sedang puasa. Karena meninggal dalam kondisi sedang beramal shaleh, termasuk husnul khotimah. Termasuk meninggal ketika sedang menjalankan ibadah puasa.

Dari Hudzaifah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullahi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan tentang orang yang meninggal dalam kondisi beramal,

“Siapa yang menyatakan Laa ilaaha illallah ikhlas mengharap wajah Allah, dan dia akhiri hidupnya dengan ikrar ini, maka dia masuk surga. Siapa yang berpuasa dengan ikhlas mengharap wajah Allah, dan dia akhiri hidupnya dengan puasa ini, maka dia masuk surga.Siapa yang sedekah dengan ikhlas mengharap wajah Allah, dan dia akhiri hidupnya dengan sedekah ini, maka dia masuk surga.” (HR. Ahmad)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wa sallam– bersabda : 

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ

 "Jika bulan Ramadhan tiba, dibukalah pintu-pintu surga dan ditutup pintu-pintu Neraka.”

Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin dalam kitab 'Fatawaa ash-Shiyam' menjelaskan hadis tersebut artinya adalah bahwa pintu-pintu Surga dibuka sebagai penyemangat untuk orang-orang yang beramal agar mudah bagi mereka memasukinya. Dan ditutup pintu-pintu Neraka agar orang-orang yang beriman meninggalkan maksiat sehingga mereka tidak memasuki pintu ini.

Bukanlah artinya bahwa orang yang meninggal di bulan Ramadhan akan masuk Surga tanpa hisab, karena orang yang masuk Surga tanpa hisab adalah orang-orang yang disifati Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wa sallam– dalam sabdanya, 

هُمُ الَّذِيْنَ لَا يَسْتَرْقُوْنَ وَلَا يَكْتَوُوْنَ وَلَا يَتَطَيَّرُوْنَ وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ

Mereka adalah orang yang tidak minta dirukyah, tidak berobat dengan kay,tidak bertathayyur, dan mereka bertawakkal kepada Rabb mereka.Disamping mereka juga melaksanakan kewajiban mereka berupa amal shaleh. (al Utsaimin, Fatawaa ash-Shiyam). Wallahu A'lam. (Widaningsih)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya