Puasa itu Perisai dari Perbuatan Maksiat dan Api Neraka

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Minggu 25 April 2021 17:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 25 330 2400512 puasa-itu-perisai-dari-perbuatan-maksiat-dan-api-neraka-A25dwQr6pr.jpg Puasa Ramadhan 2021. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Amalan puasa Ramadhan adalah perisai bagi seorang Muslim untuk membentengi dirinya dari maksiat dan neraka. Dengan berpuasa, seseorang dapat mengontrol dirinya untuk tidak melakukan maksiat yang ujungnya mengantar ke neraka.

Hal ini juga sudah diingatkan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam. Beliau shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

قَالَ رَبُّنَا عَزَّ وَجَلَّ : الصِّيَامُ جُنَّةٌ يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنَ النَّارِ، وَهُوَ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

“Rabb kita ‘azza wa jalla berfirman: Puasa adalah perisai, yang dengannya seorang hamba membentengi diri dari api neraka, dan puasa itu untuk-Ku, Aku-lah yang akan membalasnya.” [HR. Ahmad dari Jabir radhiyallahu’anhu, Shahihul Jaami’: 4308]

Baca Juga: Renungan Ramadhan, Mengingat Kematian dan Memendekkan Angan-Angan

Ustaz Sofyan Ruray menjelasjan dalam akun Instagramnya dikutip pada Ahad (25/4/2021) menjelaskan hadits yang mulia ini menunjukkan keutamaan puasa yang sangat agung, yaitu akan menjadi perisai dari api neraka.

Akan tetapi sebelum itu harus menjadi perisai dari maksiat dalam kehidupan dunia ini. Bahkan inilah hakikat puasa, yaitu menahan diri dari perbuatan yang haram.

Baca Juga: Sholat Gaib dan Tata Cara Sesusai Tuntunan Rasulullah

Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam bersabda,

وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ، وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ، فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَصْخَبْ، ولا يجهل، فإن شاتمه أحد أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ: إِنِّي صَائِمٌ ‏مرتين‏

"Dan puasa adalah perisai, maka ketika seseorang berpuasa janganlah berkata-kata kotor, janganlah berteriak-teriak dan janganlah melakukan kejahilan, dan apabila ada orang mencacinya atau memeranginya hendaklah ia berkata: Saya sedang puasa, saya sedang puasa." [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu]

Oleh karena itu, anak muda yang belum sanggup menikah, diperintahkan untuk berpuasa agar dapat menahan syahwatnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

“Wahai para pemuda, barangsiapa diantara kalian yang telah mampu hendaklah ia segera menikah, karena menikah itu akan lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu akan menjadi perisai baginya.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu]

Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,

والصائم هو الذي صامت جوارحه عن الآثام ولسانه عن الكذب والفحش وقول الزور وبطنه عن الطعام والشراب وفرجه عن الرفث

"Orang yang berpuasa adalah yang anggota tubuhnya berpuasa dari dosa-dosa, lisannya berpuasa dari ucapan dusta, perkataan keji dan persaksian palsu, perutnya berpuasa dari makan dan minum, dan kemaluannya berpuasa dari jima'." [Al-Wabilus Shayyib: 43]

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya