Sejarah Kaum Sufi Sebarkan Ajaran Islam di India Melalui Pertanian

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 29 April 2021 18:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 29 330 2402770 sejarah-kaum-sufi-sebarkan-ajaran-islam-di-india-melalui-pertanian-cD2V5VvKkX.jpg Syiar Islam. (Foto: Freepik)

Begitu juga terjadi di Spanyol dan Afrika Utara. Di negeri-negeri tersebut Islam berhasil mendominasi dan menggantikan kekristenan sepenuhnya.

Bicara mengenai India, di negara tersebut Hindu dan Jainisme bertumbuh pesat. Sesuai dengan data sensus India Inggris pada 1921, sebanyak 75–80 persen penduduk India beragama Hindu atau Jainisme.

Meski begitu, kelompok Muslim India terdapat di dua wilayah besar yaitu di Benggala Timur yang akhirnya menjadi Bangladesh dan di bagian utara Sungai Indus, di Punjab, yang kini menjadi Pakistan.

Nah, di dua wilayah tersebut, Islam berkembang dengan cara yang unik, yaitu pertanian. Praktik ini diterapkan oleh kaum sufi di antara komunitas-komunitas yang terpinggirkan sesuai dengan penelitian mendalam yang dilakukan oleh sejarawan Richard Eaton.

Ilmu Sufisme sendiri mengedepankan cinta kasih daripada hukum yang terkesan kasar. Praktik ini pun populer di Iran pada abad ke-12.

Para sufi tersebut datang bersama para sultan ke India. Jika Sultan memiliki kekuatan politik, maka para sufi memiliki kekuatan "mistis". Dukungan kaum sufi begitu besar untuk kelompok sultan, terkhusus dalam hal mengendalikan orang-orang.

Kaum India saat itu menyukai sufi karena mereka adalah pemimpin populer karismatik yang mendirikan pondok-pondok yang dikenal sebagai Khanekhaz. Selain itu, kaum sufi pun mendirikan sekolah yang dikenal sebagai Madrasas.

Tidak hanya itu, kaum sufi kerap menawarkan berbagai layanan seperti penyembuhan dan dikatakan memiliki kekuatan mistis yang sulit dianalisis dengan akal pikiran.

Seperti yang banyak kita ketahui sekarang, kaum sufi ini terkenal begitu "pop". Ia disukai karena pandai menyanyi dan menari, tetapi mereka tetap berpedoman pada Alquran, syariah, dan hadis. Mereka ini adalah orang-orang berpendidikan dengan kharisma luar biasa.

Kaum sufi juga diketahui menyediakan layanan hukum. Mereka juga membawa seluruh revolusi budaya di daerah tempat mereka tinggal. Hal ini terutama di wilayah Indus Utara dan Delta Gangga. Di daerah Punjab, para gembala Jatt yang bermigrasi bermukim di sekitar komunitas sufi.

Nah, peran para sufi inilah yang mengenalkan dunia agrikultur pada masyarakat India. Jadi, mereka membuat tanah gersang jadi tanah gambus yang sangat subur dengan memperkenalkan teknologi roda irigasi Persia. Orang India kuno menyebut teknik ini sebagai 'jala-yantra' atau 'ara-ghatta'.

Dikarenakan praktik ini terus dilakukan oleh warga sekitar, akhirnya tanah suburnya terus meluas. Selama beberapa generasi, orang-orang India ini memeluk Islam. Itu adalah transformasi budaya yang terjadi selama hampir 100 hingga 200 tahun. Karena itu, Sungai Delta berubah arah jadi ke barat.

Lebih lanjut orang-orang Mughal mendorong penduduk lain mengubah hutan belantara Delta Gangga yang sekarang dapat diakses menjadi lahan pertanian untuk memperluas basis pendapatan mereka.

Mengetahui kabar ini, akhirnya banyak umat Hindu arus utama dari golongan pemburu, nelayan, pratktisi kultus kesuburan tanah kuno, dan pelaku tantrik ritual datang "berguru" pada kaum sufi. Mengetahui banyak orang datang, kaum sufi pun mendirikan dargah dan masjid kecil untuk tempat memperkenalkan metode pertanian baru.

Lambat laun karena sering bertemu dengan kaum sufi yang ternyata menyelipkan ajaran Islam di dalam ajarannya, mereka para murid ini pun bertahap menjadi Muslim.

Kepercayaan akan Bon Bibi (dewi hutan) dan Satya Pir (orang suci sejati) pun mulai terkikis oleh paham-paham Islam yang diajarkan para intelektual Muslim tersebut. Bahkan, ajaran kaum sufi menjadi arus utama pada abad ke-19 setelah paparan pendidikan Eropa dan Gerakan Khilafah.

Reformasi dalam masyarakat Muslim yang dilakukan pemuda berpendidikan seperti kaum sufi ini pun mencerminkan gerakan reformasi dalam Hindu yang dipelopori Raja Ram Mohan Roy. Hal ini yang kemudian membuat India terbelah menjadi dua; Hindu dan Islam.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(Vitri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya