Mengapa Hajar Aswad Perlu Dicium, Apakah Ini Sunah Rasulullah SAW?

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Rabu 05 Mei 2021 11:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 05 330 2405857 mengapa-hajar-aswad-perlu-dicium-apakah-ini-sunah-rasulullah-saw-hRGkVH75vs.jpg Hajar Aswad tampak detail terlihat. (Foto:Reasahalharmain)

JAKARTA - Mengapa mencium Hajar Aswad? Padahal itu hanya batu dan bukan sesembahan kaum Muslimin. Pertanyaan semacam ini sering muncul di kalangan para kaum Muslimin. Ketahuilah mencium Hajar Aswad ketika beribadah haji atau umrah adalah mengikuti sunah Rasulullah SAW. 

Kalaulah tidak ada contoh dan diajarkan oleh Rasulullah SAW, maka tidak mungkin kaum Muslimin melakukannya.

Baca Juga: Pertama Kalinya Hajar Aswad Difoto dengan Canggih, Sudut Batu pun Terlihat Detail

Hadis berikut ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas tadi. 

عَنْ عَابِسِ بْنِ رَبِيعَةَ قَالَ رَأَيْتُ عُمَرَ يُقَبِّلُ الْحَجَرَ وَيَقُولُ إِنِّى لأُقَبِّلُكَ وَأَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ وَلَوْلاَ أَنِّى رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُقَبِّلُكَ لَمْ أُقَبِّلْكَ

“Dari ‘Abis bin Robi’ah, ia berkata, “Aku pernah melihat ‘Umar (bin Al Khottob) mencium hajar Aswad. Lantas ‘Umar berkata, “Sesungguhnya aku menciummu dan aku tahu bahwa engkau hanyalah batu. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, maka tentu aku tidak akan menciummu.” (HR. Bukhari no. 1597, 1605 dan Muslim no. 1270).

Dalam lafazh lain disebutkan, 

Baca Juga: Hajar Aswad Batu Putih dari Surga Berubah Hitam karena Dosa Manusia

إِنِّى لأُقَبِّلُكَ وَإِنِّى أَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ وَأَنَّكَ لاَ تَضُرُّ وَلاَ تَنْفَعُ وَلَوْلاَ أَنِّى رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَبَّلَكَ مَا قَبَّلْتُكَ

“Sesungguhnya aku menciummu dan aku tahu bahwa engkau adalah batu yang tidak bisa memberikan mudhorot (bahaya), tidak bisa pula mendatangkan manfaat. Seandainya bukan karena aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, maka aku tidak akan menciummu.” (HR. Muslim no. 1270).

Ustaz Muhammad Abduh Tuasikal menjelaskan beberapa faedah dari hadis di atas:

1. Wajibnya mengikuti petunjuk Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah beliau tunjuki walau tidak nampak hikmah atau manfaat melakukan perintah tersebut. Intinya, yang penting dilaksanakan tanpa mesti menunggu atau mengetahui adanya hikmah.

2. Ibadah itu tawqifiyah, yaitu berdasarkan dalil, tidak bisa dibuat-buat atau direka-reka. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

3. Mencium hajar aswad termasuk ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

4. Kenapa mencium hajar aswad? Alasannya mudah, karena ingin mengikuti ajaran Rasul. Karena seandainya Rasul –shallallahu ‘alaihi wa sallam– tidak melakukannya, maka tentu kaum muslimin tidak melakukannya.

5. Para sahabat begitu semangat melaksanakan setiap ajaran Rasul.

6. Yang mendatangkan manfaat dan mudharat hanyalah Allah. "Hajar aswad hanyalah batu biasa yang tidak bisa berbuat apa-apa," ujar di laman Rumsyho dikutip Rabu (5/5/2021)

7. Segala sesuatu selain Allah tidak dapat memberikan manfaat atau bahaya walau ia adalah sesuatu yang diagung-agungkan.

Semoga bermanfaat. Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya