Ini Panduan Khotbah Singkat untuk Sholat Idul Fitri di Rumah Saja

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 11 Mei 2021 16:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 11 330 2409038 ini-panduan-khotbah-singkat-untuk-sholat-idul-fitri-di-rumah-saja-h5wdZYhtxI.jpg Khotbah singkat Sholat Idul Fitri di rumah saja saat pandemi Covid-19. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Ustadz Abdul Somad  atau akrab disapa UAS melalui akun Instagram-nya @ustadzabdulsomad_official membagikan rangkaian khotbah singkat untuk Sholat Idul Fitri di rumah saja.

Hal ini mengingat situasi di Tanah Air masih pandemi covid-19, dan dianjurkan melaksanakan Sholat Id di rumah saja secara sendirian atau bersama anggota keluarga.

Berikut contoh atau panduan khotbah singkat Idul Fitri dari UAS yang bisa Anda praktikkan ketika melaksanakan Sholat Id di rumah: 

Baca Juga: Selain Muhammadiyah, Persis juga Tetapkan Lebaran 13 Mei

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Assalaamu'alaikum wa Rahmatullahi wa Barakaatuh

الله اكبر الله اكبر الله اكبر

الله اكبر الله اكبر الله اكبر

الله اكبر الله اكبر الله اكبر

ولله الحمد

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar

Wa Lillahil hamdu

الحمد لله رب العالمين

Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

قل هو الله احد

الله الصمد

لم يلد ولم يولد

ولم يكن له كفوا احد

Qul Huwallahu Ahad

Allohush-Shomad

Lam Yalid wa Lam Yuulad

Wa lam Yakul Lahu Kufuwan Ahad

Jamaah Idul Fitri yang dimuliakan Allah.Tujuan utama puasa adalah takwa.

Sifat orang bertakwa ada enam menurut surah Al 'Imran ayat 134-134, yaitu:

1. Bersedekah pada saat lapang dan sempit.

2. Menahan amarah.

3. Memberi maaf.

4. Segera ingat Allah jika tersalah.

5. Banyak bertaubat dan istighfar.

6. Stop. Tidak larut dalam dosa. . . (Duduk antara dua khutbah)

الله اكبر الله اكبر الله اكبر

الله اكبر الله اكبر الله اكبر

الله اكبر ولله الحمد

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar

Wa Lillahil hamdu

الحمد لله رب العالمين

Alhamdulillahi Rabbil 'Alamin

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال محمد

Allahumma Shalli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala Aali Sayyidina Muhammad

والعصر

ان الانسان لفي خسر

الا الذين امنوا وعملوا الصالحات

وتواصوا بالحق وتواصوا بالصبر

Wal 'Ashr

Innal Insaana Lafii Khusr

Illalladziina Aamanu wa 'Amilush Shaalihati

wa Tawaa Shaubil haqqi wa Tawaa Shaubish Shabr

ايها الناس

اتقوا الله حق تقاته

AyyuHannaas

Ittaqullaah haqqo Tuqootih

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات

والمؤمنين والمؤمنات

الاحياء منهم والاموات

برحمتك يا ارحم الراحمين

Allahummaghfir Lil-Muslimiina wal-Muslimaat

Wal Mu'miniina wal Mu'minaat

Al Ahyaa-i MinHum wal-Amwaat

Birahmatika Yaa Arhamamar Raahimiin

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Sementara Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustadz Ainul Yaqin mengatakan tujuan khotbah Idul Fitri tidak terlepas dari pesan moral untuk saling mewasiatkan, baik untuk diri sendiri ataupun jamaah, dalam hal kebaikan, ibadah, serta amar makruf nahi mungkar.

Sebagaimana perkataan Imam Syafii yang tertuang dalam Kitab Al Majmu’ syarh Al Muhadzdzab berikut ini:

ويستحب للناس استماع الخطبة ، وليست الخطبة ولا استماعها شرطا لصحة صلاة العيد ، لكن قال الشافعي : لو ترك استماع خطبة العيد أو الكسوف أو الاستسقاء أو خطب الحج ، أو تكلم فيها أو انصرف وتركها ، كرهته ولا إعادة عليه

Artinya: “Dan disunahkan untuk umat manusia untuk mendengarkan khutbah. Khotbah Id dan mendengarkannya bukanlah syarat sah Sholat Id, tapi Imam Syafii berkata, 'Andai seseorang tidak mendengarkan khotbah Id, khotbah Gerhana, khotbah Istisqa, atau khutbah haji, atau berbicara ketika khotbah atau pergi dan meninggalkan khotbah, aku memakruhkannya sekalipun tidak wajib baginya mengulang'."

"Yang perlu dipahami mengapa dalam sholat berjamaah pada kondisi normal terdapat khutbah adalah esensi khutbah pada idul Fitri yaitu dalam rangka momentum saling mengingatkan dalam kebaikan. Serta saling berwasiat untuk tetap mempertahankan keistiqamahan ibadah setelah selama sebulan penuh menjalankan ibadah Ramadhan," jelas Ustadz Ainul Yaqin saat dihubungi Okezone belum lama ini.

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya