Bersendawa Pun Diatur dalam Islam, Jangan di Depan Orang dan Hindari Makan Berlebih

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Rabu 02 Juni 2021 17:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 02 330 2419044 bersendawa-pun-diatur-dalam-islam-jangan-di-depan-orang-dan-hindari-makan-berlebih-bFMbR0WHi4.jpg bersendawa. (Foto:Freepik)

JAKARTA -  Bersendawa atau mengeluarkan gas berlebih pada lambung atau usus bagian atas yang dilepaskan dari mulut ternyata juga di atur dalam Islam. Bahkan Islam mengingatkan orang bersendawa karena terlalu kenyang makan, maka dia akan paling panjang laparnya saat hari kiamat. 

Petikan hadis di atas dinukil dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma. Lengkapnya disebutkan dia berkata:

“Ada seorang yang bersendawa di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka beliau bersabda: ‘Tahanlah sendawamu agar tidak terdengar oleh kami. Karena orang yang paling banyak kenyangnya di dunia adalah orang yang paling panjang laparnya di hari Kiamat‘”. (HR. Tirmidzi no. 2478, dihasankan al-Albani dalam Shahih Sunan at-Tirmidzi).

Melansir akun [email protected]_path pada Rabu (2/6/2021) menjelaskan bahwa hendaknya berusaha untuk menahan sendawa ketika ada orang lain.

Baca Juga: Sains Meneliti Pengaruh Emosi Rasa Takut dalam Tubuh, Al-Quran Lebih Dulu Menjelaskan

1. Hendaknya berusaha untuk menahan sendawa ketika ada orang lain.

Al- Mubarakfuri rahimahullah menjelaskan hadis di atas dengan mengatakan:

“Perkataan Nabi [tahanlah sendawamu agar tidak terdengar oleh kami] adalah perintah untuk menahan, maksudnya mencegah sendawanya. Dalam riwayat lain di kitab Syarhus Sunnah: “Kurangi sendawamu!”. Atau hadis ini juga bermakna bahwa larangan untuk sendawa maksudnya larangan untuk makan terlalu kenyang. Karena makan terlalu kenyang akan menyebabkan sendawa.” (Tuhfatul Ahwadzi, penjelasan hadis no. 2478)

2. Bersendawa ketika ada orang lain merupakan adab yang buruk.

Syaikh Dr. Shalih Sindi hafidzahullah mengatakan:

Baca Juga: Hukum Baca Bismillah Sebelum Makan, Sunah atau Wajib Ya?

“Betapa buruknya perbuatan bersendawa ketika sedang bermajelis bersama orang-orang.” (Al-Adab ‘Unwan as-Sa’adah : 23)

Maka ketika bersendawa, andaikan tidak tertahankan, hendaknya menjauh dari orang-orang agar tidak menyebabkan gangguan kepada mereka.

3. Dianjurkan untuk menutup mulut ketika sendawa.

Syaikh Zakaria al-Anshari rahimahullah mengatakan:

“Perkataan penulis kitab Raudhatut Thalib: ‘Jika seseorang menguap, disunnahkan untuk menutup mulutnya dengan tangannya.’ Namun Ibnu Mulaqqin dan ulama lain mengatakan: ‘Yang lebih tepat, menggunakan tangan kiri, karena digunakan untuk menahan sesuatu yang sifatnya bisa mengganggu.’ Al-Adzra’i mengatakan: ‘ini juga berlaku jika bersendawa.’” (Asnal Mathalib Syarah Raudhatut Thalib, 1/180)

4. Hendaknya jangan makan hingga berlebihan.

Al-Munawi rahimahullah menjelaskan hadis di atas, beliau mengatakan:

“Karena orang yang banyak makannya, ia akan banyak minumnya. Kemudian akan banyak tidurnya dan menjadi malaslah badannya.” (At-Taisir bi Syarhi Jami’ish Shaghir, 1/312)

Akan tetapi, bukan berarti tidak boleh makan sampai kenyang.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(Vitri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya