Ketika Allah mengusir Iblis dari surga, dan diturunkan ke bumi, Iblis dan keturunannya dari kalangan jin dipersilahkan untuk hidup bergabung dengan manusia. Allah berfirman,
وَاسْتَفْزِزْ مَنِ اسْتَطَعْتَ مِنْهُمْ بِصَوْتِكَ وَأَجْلِبْ عَلَيْهِمْ بِخَيْلِكَ وَرَجِلِكَ وَشَارِكْهُمْ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ وَعِدْهُمْ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلَّا غُرُورًا
“Dan perdayakanlah siapa saja di antara mereka yang engkau (Iblis) sanggup dengan suaramu (yang memukau), kerahkanlah pasukanmu terhadap mereka, yang berkuda dan yang berjalan kaki, dan bersekutulah dengan mereka pada harta dan anak-anak lalu beri janjilah kepada mereka.” Padahal setan itu hanya menjanjikan tipuan belaka kepada mereka.” (QS. Al-Isra’: 64)
"Intinya mereka bersama kita, meskipun kita tidak pernah melihat dimana mereka berada, karena mereka berada di alam ghaib. Dan tidak melihat mereka lebih baik dibandingkan melihat mereka. Untuk itu, jangan sampai anda meminta agar bisa melihat mereka," sebutnya dalam laman Konsultasi Syariah dikutip pada Sabtu (5/6/2021)
Kemudian terkait masalah tempat, sebagaimana manusia, di sana ada 2 keadaan,
Pertama, ada tempat yang paling disukai jin di rumah, seperti toilet dan tempat-tempat najis lainnya.