Menkeu Sri Mulyani Berharap Kontribusi Ikatan Ahli Ekonomi Islam Saat Pandemi

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 10 Juni 2021 13:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 10 614 2422999 menkeu-sri-mulyani-berharap-kontribusi-ahli-ekonomi-islam-saat-pandemi-2WT6PIE7sW.jpg Menkeu Sri Mulyani. (Foto: SINDOnews/Dok)

JAKARTA - Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) kini diharapkan kontribusi besarnya terhadap tantangan ekonomi global dan nasional saat masa pandemi Covid-19. Hal ini disampaikan langsung Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani di Jakarta, Kamis (10/6/2021).

Dia mengatakan, dalam masa pandemi ini tantangan perekonomian global adalah pemerataan pemulihan dan keterbatasan akses vaksin. Para ahli ekonomi syariah yang tergabung dalam IAEI diharapkan mampu memberikan sumbangsih pemikiran dan kontribusi nyata.

“Saya berharap seluruh jajaran para ahli ekonomi Islam Indonesia mempelajari dan memahami konteks ekonomi global dan nasional, sehingga kita terus bisa menyumbangkan pemikiran yang betul-betul bisa menjawab persoalan ekonomi Indonesia, meskipun juga dilihat dan ditekankan dari aspek nilai-nilai keislaman,” ujar Menkeu di Jakarta, Kamis (10/6/2021).

Baca Juga: Sudah 59 Jamaah Calon Haji Ajukan Pengembalian Setoran Pelunasan

Untuk itu, Sri Mulyani meminta seluruh jajaran Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) ikut serta menjawab persoalan ekonomi Indonesia.

"Sebagai ikatan dari para ahli ekonomi islam di Indonesia, tentu kita juga tidak bisa terlepas dari fenomena covid ini yang mempengaruhi ekonomi kita. Kita juga kemudian harus berpikir keras bagaimana kita semua bisa berkontribusi untuk memulihkan perekonomian,”katanya.

Baca Juga: Cerita Mengharukan Calhaj Indonesia Gagal Lagi Berangkat Haji Tahun Ini

Dia menambahkan, jaringan IAEI terus berkembang dengan mayoritas berbasis akademisi di dalam maupun luar negeri menambah poin positif organisasi ini. Dengan jaringan yang luas, tentu konten dan kualitas akademisi di bidang ekonomi Islam terus meningkat.

Dalam hal ini, pemahaman serta penguasaan teknik dan metode untuk menganalisa indikator ekonomi juga meningkat.

“Pada akhirnya, kita berharap bahwa ekonomi yang berhubungan dengan alokasi sumber daya bisa dilakukan dengan prinsip-prinsip keislaman yaitu keadilan, transparansi, integritas, dan juga dukungan terhadap mereka yang paling tidak mampu bisa diwujudkan di dalam kebijakan kita dan ini akan mencapai tujuan dari agama Islam yaitu menjadi rahmat bagi seluruh dunia, rahmatan lil alamin,” tandasnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(Vitri)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya