Share

Hindari Kerumunan, IZI Lakukan Terobosan Hewan Kurban Diolah Jadi Abon

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Sabtu 26 Juni 2021 22:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 26 614 2431433 hindari-kerumunan-izi-lakukan-terobosan-hewan-kurban-diolah-jadi-abon-eW5jODCtiq.jpg Pemotongan hewan kurban. (Foto: Tangkapan Layar)

JAKARTA - Hari Raya Idul Adha pada 10 Zulhijah 1442 Hijriyah atau bertepatan pada Selasa 20 Juli 2021 tak lama akan tiba. Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Hari Raya Idul Adha disertai dengan pemotongan hewan kurban. Lantas bagaimana dengan kondisi masih dalam suasana pandemi Covid-19. Adakah pemotongan hewan yang aman dan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat?

Nah, Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) menawarkan bagi kaum Muslimin untuk tetap berkurban di masa pandemi Covid-19 saat ini. Justru di saat inilah waktu yang sangat tepat menunjukkan bahwa Islam dan umat Islam tetap peduli.

Direktur Utama IZI, Wildhan Dewayana menjelaskan, bahwa Islam adalah agama yang peduli apapun situasinya. Di saat seperti ini, kata dia, maka waktu yang bagi kaum Muslimin menujukkan kepeduliannya untuk tetap berkurban.

Baca Juga: Menteri Agama Ingatkan Jaga Prokes Saat Idul Adha dan Pemotong Hewan Kurban di Pondok Pesantren

" Ya saya pikir inilah waktu yang tepat. Di saat saudara-saudara kita terdampak pandemi. Ada yang terkena PHK, susah mencari pekerjaan, ini saatnya menunjukkan kepedulian lewat berkurban di Hari Raya Idul Adha," ujarnya dalam keterangannya yang diterima.

Wildhan mengatakan, kurban merupakan ibadah yang penting untuk dilaksanakan bagi mereka yang mampu. Terlebih lagi saat ini memasuki tahun kedua ibadah kurban di tengah pandemi covid-19. Menurut dia, ini bisa menjadi jawaban untuk mengatasi kesulitan umat.

"IZI dari 2016 sampai 2020 ada 828 sapi titipan, yang didistribusikan kepada 68 ribu penerima manfaat. Terima kasih atas partisipasi bapak dengan ibu yang telah mempercayakan kepada IZI," kata dia.

Baca Juga: MUI Larang Pemotongan Hewan Kurban di Zona Merah Covid-19

Wildhan mengungkapkan, program kurban dengan bentuk olahan abon ini memang berbeda dari yang lainnya, tujuannya yakni untuk memudahkan bagi para pekurban (mudhodi), namun tidak menghilangkan esensi utamanya. Selain itu, melalui abon usia penyimpanannya menjadi lebih lama, dan bisa menjangkau penerima manfaat di wilayah yang jauh. Kurban dalam bentuk abon disebut tidak bertentangan dengan syariah.

IZI sebagai lembaga zakat nasional memilih produk olahan kurban berdasarkan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) bernomor 37 Tahun 2019. Tentang pengawetan dan pendistribusian daging kurban dalam bentuk olahan.

Baca Juga: Pemerintah Putuskan Sholat Idul Adha di Zona Merah dan Oranye Ditiadakan

"Abon ini dikeringkan tidak ada tambahan zat kimia, kolaborasi dengan Chef Ragil. Kami coba berkali-kali untuk menghasilkan produk yang bisa diterima masyarakat. Kami research ini konsumsi abon lebih tinggi dibandingkan olahan lain," ucap Wildhan.

Ketua Kurban IZI, Haryono mengatakan, 31.800 bungkus abon akan diserahkan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) Indonesia, serta wilayah membutuhkan di kantor IZI daerah. Beberapa wilayah yang akan dibagikan seperti terdampak bencana gempa yang lalu di Majene, Sulawesi Barat, kemudian di Deli Serdang, Sumatera Utara dan wilayah lainnya.

"Kami juga akan memotong hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) kita memastikan tidak hanya pekurban yang aman, tapi panitia juga aman, pelaksanaan aman. Di RPH bisa dibatasi kedatangan masyarakat, sehingga bisa dikondisikan dengan sebaiknya," kata Haryono.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(Vitri)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini