BERLIN- Kelompok-kelompok Islam terkemuka asal Turki mengkritik rencana Jerman meluncurkan pusat pelatihan imam yang didukung negara telah dikritik kelompok-kelompok Islam terkemuka asal Turki .
“Menurut kelompok-kelompok itu, langkah pemerintah Jerman bertentangan dengan prinsip bahwa komunitas agama saja yang berhak melatih para pemimpin mereka,” ungkap laporan harian Daily Sabah.
Menurut surat kabar tersebut, pemerintah Jerman meluncurkan inisiatif untuk membantu mengurangi jumlah ulama atau imam Islam yang datang dari luar negeri.
Baca Juga: Universitas Al-Azhar Kecam Video Game Berisi Penghancuran Kakbah
Kelompok Muslim Turki terkemuka di negara itu, termasuk Persatuan Islam Turki untuk Urusan Agama (DITIB) dan Visi Nasional (Milli Gorus), memilih tidak berpartisipasi dalam pendirian Sekolah Tinggi Islam Jerman, dengan DITIB meluncurkan program pelatihannya sendiri di Jerman tahun lalu.
Perguruan tinggi Islam pertama di Jerman mulai melatih para imam pada Mei.
Pengajaran diadakan dalam bahasa Jerman dan sebagian dibiayai pemerintah Jerman dalam upaya memperoleh independensi dari negara-negara Muslim yang mendukung para imam di Jerman.