اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْأَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ
ALLAAHUMMA INNI A’UUDZUBIKA AN ADHILLA AU UDHOLLA AU AZILLA AU UZALLA AU UZHLIMA AU UZHLAMA AU AJHALA AU YUJHALA ALAYYA
_“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari terjatuh dalam kesesatan atau disesatkan, tergelincir atau digelincirkan, menzalimi atau dizalimi, bodoh atau dibodohi.”_ (HR. Abu Dawud dari Ummu Salamah, dinyatakan sahih oleh Syaikh al-Albani; lihat Shahih Abi Dawud dan Misykah al-Mashabih 2/783)
4. Ketika singgah di suatu tempat membaca doa ini
أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
A’UUDZU BI KALIMAATILLAAHIT TAAMMAATI MIN SYARRI MAA KHALAQ
_“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah (kalamullah) Yang Sempurna, dari kejahatan makhluk yang telah Dia ciptakan.”_
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ نَزَلَ مَنْزِلًا ثُمَّ قَالَ
Barang siapa singgah di suatu tempat, kemudian dia mengucapkan: