Rasulullah Ungkap Pekerjaan yang Paling Baik, Apa Itu?

Hantoro, Jurnalis · Rabu 14 Juli 2021 10:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 14 330 2440356 rasulullah-ungkap-pekerjaan-yang-paling-baik-apa-itu-4mg4EJjXtC.jpg Ilustrasi pekerjaan jual beli di pasar. (Foto: Heru Haryono/Okezone)

SETIAP Muslimin diwajibkan bekerja untuk menghidupi dirinya dan keluarga. Pekerjaan yang dilakukan pastinya harus yang halal agar selalu mendapat keberkahan dari Allah Subhanahu wa ta'ala.

Nah, banyak orang bertanya-tanya, apa pekerjaan yang paling baik menurut ajaran Islam? Berikut penjelasannya dari Ustadz Muhammad Abduh Tasikal, seperti dikutip dari laman Rumaysho.

Baca juga: Belum Akikah tapi Berkurban, Bagaimana Hukumnya? 

Dalam 'Bulughul Maram Kitab Al-Buyu' dijelaskan mengenai hal ini, yaitu:

عَنْ رِفَاعَةَ بْنِ رَافِعٍ – رضي الله عنه – أَنَّ اَلنَّبِيَّ – صلى الله عليه وسلم – سُئِلَ: أَيُّ اَلْكَسْبِ أَطْيَبُ? قَالَ: – عَمَلُ اَلرَّجُلِ بِيَدِهِ, وَكُلُّ بَيْعٍ مَبْرُورٍ – رَوَاهُ اَلْبَزَّارُ، وَصَحَّحَهُ اَلْحَاكِمُ.

Artinya: "Dari Rifa’ah bin Raafi’ radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam ditanya mengenai mata pencarian yang halal? Nabi Shallallahu ‘alaihi wassallam menjawab, 'Amalan seseorang dengan tangannya dan setiap jual beli yang diberkahi'." (HR Al-Bazzar dan disahihkan oleh Al-Hakim) (HR Al-Bazzar 9:183; Al-Hakim 2:10; Ahmad 4:141. Syekh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan hadis ini hasan dilihat dari jalur lainnya)

Adapun makna dari hadis tersebut adalah:

1. Setiap Muslimin diperintahkan bekerja, itulah yang namanya tawakal.

2. Sahabat Nabi itu sangat semangat mencari kerja yang halal, bukan mencari kerja yang banyak penghasilannya.

3. Pekerjaan seseorang dengan tangannya adalah pekerjaan yang paling asal, karena Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassallam mendahulukan pekerjaan dengan tangan, lalu jual beli yang mabrur.

4. Apa pekerjaan yang paling utama (paling bagus)? Syekh ‘Abdullah Al-Fauzan katakan bahwa pekerjaan yang paling bagus adalah pekerjaan yang sesuai dengan keadaan setiap orang, dan saling mendukung antara mukmin yang satu dan lainnya.

5. Bekerja lebih utama atau lebih baik dari meminta-minta (mengemis).

Baca juga: Sinusitis Tak Kunjung Sembuh, Ada Resep Herbal Racikan Ustaz Zaidul Akbar 

Pekerjaan dengan Tangan Sendiri

Hal yang pertama kali disinggung mengenai pekerjaan terbaik adalah hasil kerja tangan sendiri. Dalam hadis lain disebutkan:

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ ، وَإِنَّ نَبِىَّ اللَّهِ دَاوُدَ – عَلَيْهِ السَّلاَمُ – كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ

Artinya: "Tidaklah seseorang memakan suatu makanan yang lebih baik dari makanan yang ia makan dari hasil kerja keras tangannya sendiri. Karena Nabi Daud ‘alaihissalam dahulu juga makan dari hasil kerja keras tangannya." (HR Bukhari Nomor 2072, dari Al-Miqdad).

Bahkan sebagaimana disebutkan dalam hadis ini, mencari kerja dengan tangan sendiri sudah dicontohkan oleh para nabi seperti Nabi Daud ‘alaihissalam.

Contoh pekerjaan dengan tangan adalah bercocok tanam, kerajinan, mengolah kayu, pandai besi, dan menulis. (Lihat kitab Minhah Al-‘Allam 6:9)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Jual Beli yang Mabrur

Mata pencarian yang disebutkan kedua yang terbaik adalah jual beli yang mabrur. Ash-Shan’ani rahimahullah berkata bahwa yang dimaksud jual beli yang mabrur adalah jual beli yang tidak ada sumpah dusta sekadar untuk melariskan dagangan, begitu pula yang selamat dari tindak penipuan. (Lihat kitab Subul As-Salam, 5:8)

Syekh ‘Abdullah Al-Fauzan hafizhahullah dalam Minhah Al-‘Allam (6:9) menjelaskan bahwa jual beli yang mabrur adalah jual beli yang memenuhi syarat dan rukun jual beli, terlepas dari jual beli yang bermasalah, dibangun di atas kejujuran, serta menghindarkan diri dari penipuan dan pengelabuan.

Baca juga: Kamu Punya Allah, Itu Sudah Cukup! 

Pekerjaan yang Paling Diberkahi

Para ulama berselisih pendapat dalam hal ini. Imam Al-Mawardi rahimahullah, salah seorang ulama besar mazhab Syafii, berpendapat bahwa yang paling diberkahi adalah bercocok tanam karena tawakalnya lebih tinggi.

Imam Nawawi rahimahullah berpendapat bahwa yang paling diberkahi adalah pekerjaan dengan tangan. Menurut beliau, bercocok tanam itu lebih baik.

Ada tiga alasan yang melatarbelakanginya yaitu (1) Bercocok tanam termasuk pekerjaan dengan tangan, (2) Tawakal seorang petani itu tinggi, dan (3) Kemanfaatannya untuk orang banyak, termasuk untuk hewan dan burung.

Menurut penulis kitab Tawdhihul Ahkam, Syekh ‘Abdullah bin ‘Abdurrahman Ali Bassam, pekerjaan terbaik adalah disesuaikan pada keadaan setiap orang. Ini artinya setiap pekerjaan haruslah berisi kebaikan, tidak ada penipuan, serta menjalani kewajiban yang mesti diperhatikan ketika bekerja. (Lihat Tawdhih Al-Ahkam, 3:101)

Setiap Muslimin diperintahkan untuk terus semangat dalam hal yang manfaat. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda:

اِحْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ

Artinya: "Bersemangatlah melakukan hal yang bermanfaat untukmu dan meminta tolonglah kepada Allah, serta janganlah engkau malas." (HR Muslim Nomor 2664)

Baca juga: Al-Quran Menjawab Semua Persoalan Hidup dan Tak Ada Keraguan 

Sebenarnya semua pekerjaan sangat dibutuhkan, karenanya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassallam pernah bersabda:

الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا

Artinya: "Mukmin yang satu dan lainnya bagaikan bangunan yang mesti menguatkan antara satu bagian dan bagian lainnya." (HR Bukhari Nomor 2446 dan Muslim Nomor 2585, dari Abu Musa)

Semoga setiap Muslimin mendapat pekerjaan terbaik yang penuh keberkahan dari Allah Subhanahu wa ta'ala. Aamiin.

Wallahu a'lam bishawab.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya