Pemprov Sumatera Barat juga tengah menjajaki kemungkinan menjalin hubungan kota kembar dengan beberapa kota di Timur Tengah. Lewat program itu akan dimungkinkan pula pertukaran pelajar antara dua daerah.
Baca Juga: Kompetisi Musabaqah Hifdzil Al-Quran di Irak Dimenangkan Peserta dari Indonesia
Dia mengatakan masyarakat Sumbar yang merantau bisa ditemui di banyak negara di dunia, termasuk di Timur Tengah. Mereka terhimpun dalam sebuah jaringan Minang Diaspora dan bersedia memberikan bantuan bagi orang-orang yang ingin menuntut ilmu di Timur Tengah.
"Jadi banyak cara jika ada kemauan. Namun, agar cita-cita untuk kuliah di luar negeri itu bisa tercapai, maka segalanya harus dipersiapkan sejak dini, terutama untuk kemampuan Bahasa Arab," katanya.
Lingkungan pondok pesantren diyakini Mahyeldi sangat mendukung untuk bisa mengembangkan kemampuan dalam berbahasa tersebut, sehingga nantinya tidak terlalu sulit bagi lulusan pesantren untuk melanjutkan pendidikan ke Timur Tengah.
(Vitrianda Hilba Siregar)