Semua pintu masuk ke Makkah dipantau tidak hanya oleh petugas keamanan, tetapi juga oleh kamera pencitraan termal untuk mencegah orang tanpa izin haji mengakses tempat-tempat suci.
“Pegunungan di sekitar Mekah dan semua lembahnya, di mana orang-orang yang tidak memiliki izin haji mungkin percaya bahwa mereka dapat mengakses tempat-tempat suci, sepenuhnya dipantau oleh pasukan Mujahidin dan dilengkapi dengan kamera untuk menggagalkan upaya tersebut,” tambahnya.
Dia mendesak semua warga dan penduduk untuk bekerja sama dengan pasukan keamanan selama masa tantangan luar biasa yang disebabkan oleh pandemi ini, untuk kesejahteraan semua.
Namun dia menegasan perencanaan pasukan untuk haji tidak hanya fokus pada keamanan, kesehatan dan langkah-langkah organisasi, tetapi juga pada pemberian bantuan saat dibutuhkan.
“Keselamatan jemaah haji adalah prioritas utama tetapi layanan kami juga termasuk mengarahkan jemaah yang tersesat ke tujuan mereka, dan mengamankan barang-barang yang mungkin hilang saat menjalankan ritual mereka,” tegasnya.
(Vitrianda Hilba Siregar)