Makmum Masbuk Saat Sholat, Bagaimana Cara Mengikuti Imam?

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Kamis 29 Juli 2021 17:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 29 330 2447903 makmum-masbuk-saat-sholat-bagaimana-cara-mengikuti-imam-9qARTwDMMF.jpg Makmum masbuk saat sholat. (Foto: Okezone)

MAKMUM   masbuk saat sholat berjamaah sering dijumpai. Jamaah tiba di masjid saat sholat sudah dimulai, sementara imam sudah mengerjakan sebagian rukun sholat. Orang tersebut tidak bisa menjadi makmum dari rakaat pertama.

Inilah yang sering diistilahkan dengan istilah masbuk. Masbuk dalam istilah para Ulama fikih adalah orang yang ketinggalan imam dalam sebagian rakaat sholat atau seluruhnya atau mendapati imam setelah satu rakaat atau lebih.

Apabila masbuk mendapatkan sholat berjamaah maka dia mengikuti imam dalam semua perbuatan sholat, lalu menyempurnakan yang terlewatkan, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘aliahi wa sallam:

Baca Juga: Ingat Pesan Rasulullah SAW, Jangan Memaksakan Diri Bekerja di Luar Kemampuan

"Apabila kalian telah mendengar iqamah, maka berjalanlah menuju shalat dan hendaklah kalian berjalan dengan tenang dan santai dan jangan terburu-buru. Yang kalian dapati maka shalatlah dan yang terlewatkan maka sempurnakanlah [HR. Al-Bukhâri, no. 636]

Dengan demikian, orang yang mendapatkan imam yang telah memulai sholatnya dan masih dalam sholat, maka hendaknya dia langsung mengikuti imam setelah dia melakukan takbiratul ihram, walaupun imam sedang berada ditasyahhud akhir.

Ustadz Kholid Syamhudi Lc menjwlaskan ini berdasarkan keumuman hadits di atas. Apabila imam salam, maka orang yang masbuk tidak ikut salam tapi ia harus berdiri untuk menyempurnakan rakaatnya yang terlewatkan dengan cara sebagai berikut:

Baca Juga: Keburukan Saat Waktu Magrib, Jangan Izinkan Anak-Anak Keluar Rumah

1. Apabila ia mendapatkan imam dalam keadaan sedang ruku, berarti dia telah mendapatkan rakaat bersama imam. Inilah pendapat mayoritas Ulama seperti empat imam dan lainnya.

Pendapat ini juga merupakan pendapat Ibnu Umar Radhiyallahu anhu, Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu, Zaid bin Tsâbit Radhiyallahu anhu dan yang lainnya. Dasarnya adalah hadits Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , Rasûlullâh Shallallahu ‘aliahi wa sallam bersabda:

"Siapa yang mendapati satu rakaat sholat bersama imam, maka ia mendapati shalat." [HR. Muslim, no. 162).

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘aliahi wa sallam : "Jika kalian datang untuk sholat sedangkan kami sedang sujud maka sujudlah dan jangan menganggapnya satu rakaat, siapa yang mendapati satu raka’at maka ia mendapati shalat. (HR. Abu Dawud, no. 896 dan dinilai sebagai hadits hasan oleh al-Albani) Hadis Abu Bakrah Radhiyallahu anhu berikut memperjelas masalah ini:

Sungguh Abu Bakrah telah menceritakan bahwa dia mendapati Rasulullâh Shallallahu ‘aliahi wa sallam dalam keadaan ruku’ lalu ia berkata, “Lalu akupun ruku sebelum sampai masuk ke shaf, kemudian Rasulullah Shallallahu ‘aliahi wa sallam bersabda:

“Semoga Allah menambah semangatmu dan jangan mengulanginya’.” Dari dalil ini terpahami, kalau orang masbûq yang dapat ruku’ beserta imam tidak dianggap (satu rakaat), maka tentu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memerintahkannya untuk mengganti rakaat itu.

Akan tetapi tidak ada riwayat yang menerangkan perintah tersebut. Ini menunjukkan bahwa siapa saja yang dapat ruku bersama imam, maka dia telah mendapatkan (satu) rakaat.

2. Apabila ia mendapati imam dalam keadaan telah berdiri dari ruku’ (i’tidal), berarti ia tertinggal rakaat tersebut, apalagi bila ia mendapati imam telah atau sedang sujud. Ini berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘aliahi wa sallam :

"Jika kalian datang untuk shalat sedangkan kami sedang sujud maka sujudlah dan janganlah kalian menganggapnya satu rakaat, siapa yang mendapati satu raka’at berarti ia mendapati sholat [HR. Abu Dawûd, no. 896 dan hadits ini dinilai sebagai hadis hasan oleh syaikh al-Albâni rahimahullah]

3. Apabila ia tertinggal satu rakaat dari imam, maka ia menyempurnakannya setelah imam salam dan tidak menjahrkan bacaannya walaupun dalam sholat jahriyah, karena itu adalah akhir sholatnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya