Musibah Pandemi Covid-19 Mengguncang Dunia, Begini yang Harus Dilakukan Muslim

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 30 Juli 2021 20:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 30 330 2448690 musibah-pandemi-covid-19-mengguncang-dunia-begini-yang-harus-dilakukan-muslim-MaTfgizwDF.jpg Wabah pandemi Covid-19. (Foto: Okezone/Dok)

HARI-hari ini warga dunia sedang merasakan keprihatinan yang amat dalam, berkenaan dengan wabah Covid -19 yang semakin merajalela, mengguncang dunia. Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus Pada Rabu 11 Maret 2020 telah menetapkan Covid -19 sebagai wabah pandemi.

Sebagai seorang Muslim meyakini bahwa pandemi Covid -19 merupakan musibah, dari sekian banyak musibah yang sering terjadi di muka bumi.

Ulama dan mantan anggota Komisi Ukhuwah MUI DKI Jakarta, KH Drs Syarifuddin Mahfudz MSi menjelaskan, bila dipelajari ayat-ayat suci Al Quran, paling tidak ada tiga kemungkinan untuk mencari penyebab dari terjadinya musibah tersebut.

Pertama adzab dari Allah SWT karena manusia banyak berbuat dosa.

FirmanNya dalam Surat Al Isra (17):16 sebagai berikut : 

وَإذَا أرَدْنَا أنْ نُهْلِكَ قَرْيَةٌ أمَرْنَا مُتْرَفِهَا فَفَسَقُوْا فِيْهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَا تَدْمِيْرٌا

“ Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya”.

Baca Juga: Mohammad Ahsan Hidupkan Sunah Nabi di Lapangan Bulu Tangkis Olimpiade Tokyo 2020

Kedua : Jika musibah yang terjadi sekarang ini dikaitkan dengan ujian, artinya bangsa ini memang sedang diuji, khususnya kaum Muslimin agar semakin kuat dan teguh keimanannya, semakin berani menampakan identitasnya sebagai Muslim yang Istiqomah.

FirmanNya dalam Surat Al Ankabut (29):2-3 sebagai berikut:

اَحَسِبَ النَّاسُ اَنۡ يُّتۡرَكُوۡۤا اَنۡ يَّقُوۡلُوۡۤا اٰمَنَّا وَهُمۡ لَا يُفۡتَـنُوۡنَ

Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji?

وَلَقَدۡ فَتَـنَّا الَّذِيۡنَ مِنۡ قَبۡلِهِمۡ‌ فَلَيَـعۡلَمَنَّ اللّٰهُ الَّذِيۡنَ صَدَقُوۡا وَلَيَعۡلَمَنَّ الۡكٰذِبِيۡنَ

 “Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta”.

Sungguh orang-orang yang sebelum kita, utamanya para sahabat Rasulullah SAW di awal-awal Tarikh Islam telah mendapat ujian yang amat sangat luar biasa. Mereka dipersekusi, dihina, dijemur di panas terik padang pasir lalu di bunuh, diblokade selama 3 tahun.

Baca Juga: Ingat Pesan Rasulullah SAW, Jangan Memaksakan Diri Bekerja di Luar Kemampuan

Semua penderitaan itu merupakan ujian dari Allah SWT 

Sebagaimana firmanNya dalam Surat Al Baqarah (2):214 sebagai berikut:

اَمۡ حَسِبۡتُمۡ اَنۡ تَدۡخُلُوا الۡجَـنَّةَ وَ لَمَّا يَاۡتِكُمۡ مَّثَلُ الَّذِيۡنَ خَلَوۡا مِنۡ قَبۡلِكُمۡؕ مَسَّتۡهُمُ الۡبَاۡسَآءُ وَالضَّرَّآءُ وَزُلۡزِلُوۡا حَتّٰى يَقُوۡلَ الرَّسُوۡلُ وَالَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا مَعَهٗ مَتٰى نَصۡرُ اللّٰهِؕ اَلَاۤ اِنَّ نَصۡرَ اللّٰهِ قَرِيۡبٌ

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga? , padahal belum datang ke padamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, dan diguncang (dengan berbagai cobaan) , sehingga Rasul dan orang-orang beriman yang bersamanya berkata: " Kapankah datang pertolongan Allah?” Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.”

Baca Juga: Ustadz Abdul Somad Beberkan Pentingnya Membahagiakan Orangtua

Ketiga : Jika musibah yang terjadi sekarang ini dikaitkan dengan sunnatullah atau hukum alam, hal inipun sangat logis. Karena seperti dijelaskan para pakar, sebagian besar lokasi kepulauan nusantara ini terletak di kawasan gempa, yang juga berpotensi tsunami, juga gunung-gunung berapi aktif yang tersebar di semua pulau.

KH Drs Syarifuddin Mahfudz menjelaskan, dalam Surat Ar Rum (30):41 Allah SWT berfirman: 

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَاكَسبَتْ اَيْدِ النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يرْجِعُوْن

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”.

Menghadapi musibah virus corona sekarang ini, sebagai Muslim mesti berpegang kepada tuntunan Rasulullah SAW, yang terdapat dalam hadits-hadits sabda beliau. 

إذَا سَمِعْتُمْ بِاالطاعُوْنِ بِاَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوْهَا وَاِذَا وَقَعَ بِاَرْضٍ وَاَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوْا مِنْهُ

“Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya,dan jika terjadi wabah di tempat kalian berada, maka janganlah tinggalkan tempat itu”.(HR. Bukhari).

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Hadis lain menyatakan sebagai berikut: 

لاَتُدِيْمُوْا النَظَرَإلَى الْمَجْذْوْمِيْن

“Jangan kamu terus menerus melihat orang yang berpenyakit kusta”. (Riwayat Bukhari).

Ini adalah kebijakan untuk memakai masker.

Dalam buku “Rahasia Sehat Ala Rasulullah” dijelaskan “

“Di zaman Rasulullah SAW, jikalau ada sebuah daerah atau komunitas terjangkit penyakit thoun, Rasulullah SAWmemerintahkan untuk mengisolasi atau mengkarantina para penderitanya ditempat isolasi khusus jauh dari pemukiman penduduk”.

Ini adalah social distancing pada 15  abad yang lalu.

Dalam buku Pesona Akhlak Nabi (Ahmad Rofi Usmani, 2015) diceritakan bahwa:

“Di masa Khalifah Umar bin Khattab wabah kolera menyerang negeri Syam. Khalifah Umar beserta rombongan yang saat itu dalam perjalanan menuju Syam terpaksa menghentikan perjalanan. Umarpun meminta pendapat kaum Muhajirin dan kaum Anshar untuk melanjutkan perjalanan atau membatalkan. Sesepuh Quraisy yang dimintai pendapat menyarankan agar Khalifah tidak melanjutkan perjalanan dan kembali ke Madinah. Namun Abu Ubaidah bin Jarrah (gubernur Syam waktu itu) berkata :”Kenapa engkau melarikan diri dari takdir Allah? Umarpun menjawab :”Kita lari dari takdir Allah menuju Takdir Allah”..

Peristiwa tersebut terjadi pada tahun 18 Hijriyah.

Akhirnya sebagai Muslim harus tahu, bahwa virus corona yang amat kecil itu adalah makhluk Allah. Dia menginfeksi dan membuat manusia sejagat heboh karena izin dan kehendak Allah SWT. Karena itu marilah  senantiasa dekat dengan Allah dan selalu berdoa kepadaNya. Antara lain dengan doa berikut: 

اَللَّهُمَ إنَّيْ اَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ وَالْجُنُوْنِ وَالْجُذَامِ وَسَيِّءِ الْاَسْقَامِ

“Ya Allah aku berlindung kepadaMu, dari penyakit belang, gila, lepra, dan dari penyakit-penyakit yang mengerikan”. ( HR Abu Dawud no 154).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya