Mohammad Ahsan Hidupkan Sunah Nabi di Lapangan Bulu Tangkis Olimpiade Tokyo 2020

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Jum'at 30 Juli 2021 09:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 30 330 2448280 mohammad-ahsan-hidupkan-sunah-nabi-di-lapangan-bulu-tangkis-olimpiade-tokyo-2020-M30bgQkSqz.jpg Mohamamad Ahsan menghidupkan sunah nabi di lapangan bulu tangkis ajang dunia, Olimpiade Tokyo 2020. (Foto: Reuters)

MOHAMMAD Ahsan dan Hendra Setiawan bakal tampil pada babak semifinal Olimpiade Tokyo 2020 melawan Lee Yang/Wang Chi Lin di Musashino Forest Sports Plaza, Jumat (30/7/2021). Nah duel perebutan tempat di partai puncak ini akan berlangsung pukul 16.15 WIB.

Seluruh rakyat Indonesia tentu mendoakan duet Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan tampil ciamik dan memenangkan pertandingan sore nanti dan masuk final. 

Khusus untuk Mohammad Ahsan, pria kelahiran Palembang, 7 September 1987 jika diperhatikan saat berada di lapangan bulu tangkis akan tampak perbedaanya dengan pebulutangkis lainnya.

Baca Juga: Mualaf Pertama di Inggris William Henry Quilliam Bergelar Profesor Hukum

Setidaknya ada tiga hal yang membedakannya dengan yang pemain lainnya yakni, janggut yang dipelihara, selalu memakai celana legging hingga menutup lutut dan pahanya. 

Selain itu Mohammad Ahsan selalu minum dengan posisi duduk dan tak mau berdiri seperti pebulutangkis lainnya.

Ketahuilah apa yang dilakukan Mohammad Ahsan itu adalah menghidupkan sunah- sunah Nabi. Subhanallah, di lapangan bulu tangkis ajang dunia sunah nabi dapat kita saksikan.

Mohammad Ahsan dalam suatu kesempatan mengaku sudah berhijrah sejak 2015 dengan mengikuti sunah-sunah Nabi dan ajaran Al-Quran.

Berikut dalil-dalil yang menjelaskan sunah- sunah nabi yang dipraktikan Mohammad Ahsan tadi yakni memeliara janggut, menutupi aurat lutut hingga paha laki-laki dan minum sambil duduk.

A. Memeliara janggut

Dari Anas bin Malik –pembantu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam– mengatakan,

”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bukanlah laki-laki yang berperawakan terlalu tinggi dan tidak juga pendek. Kulitnya tidaklah putih sekali dan tidak juga coklat. Rambutnya tidak keriting dan tidak lurus. Allah mengutus beliau sebagai Rasul di saat beliau berumur 40 tahun, lalu tinggal di Makkah selama 10 tahun. Kemudian tinggal di Madinah selama 10 tahun pula, lalu wafat di penghujung tahun enam puluhan. Di kepala serta jenggotnya hanya terdapat 20 helai rambut yang sudah putih.” (Lihat Mukhtashor Syama’il Al Muhammadiyyah, Muhammad Nashirudin Al Albani, hal. 13, Al Maktabah Al Islamiyyah Aman-Yordan. Beliau katakan hadits ini shohih)

Baca Juga: Rambut Rasulullah SAW Panjang hingga Menyentuh Bahu, Benarkah Demikian?

Lihatlah saudaraku, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam riwayat di atas dengan sangat jelas terlihat memiliki jenggot. Lalu pantaskah orang berjenggot dicela?

1) Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَعْفُوا اللِّحَى

“Potong pendeklah kumis dan biarkanlah (peliharalah) jenggot.” (HR. Muslim no. 623)

2) Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَوْفُوا اللِّحَى

“Selisilah orang-orang musyrik. Potong pendeklah kumis dan biarkanlah jenggot.” (HR. Muslim no. 625)

Baca Juga: Jangan Lupa Baca Surah Al Kahfi Setiap Jumat, Keberkahan Ini Bakal Diraih

3) Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata, 

أَنَّهُ أَمَرَ بِإِحْفَاءِ الشَّوَارِبِ وَإِعْفَاءِ اللِّحْيَةِ.

“Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk memotong pendek kumis dan membiarkan (memelihara) jenggot.” (HR. Muslim no. 624)

4) Dari Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

جُزُّوا الشَّوَارِبَ وَأَرْخُوا اللِّحَى خَالِفُوا الْمَجُوسَ

“Pendekkanlah kumis dan biarkanlah (perihalah) jenggot dan selisilah Majusi.” (HR. Muslim no. 626)

5) Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

انْهَكُوا الشَّوَارِبَ ، وَأَعْفُوا اللِّحَى

“Cukur habislah kumis dan biarkanlah (peliharalah) jenggot.” (HR. Bukhari no. 5893)

B. Larangan Minum Berdiri

 Rasulullah SAW melarang umat Islam untuk makan dan minum sambil berdiri. Berikut hadits yang menyebutkan larangan tegas dari Rasulullah SAW terkait minum sambil berdiri.

Baca Juga: Amalan Sunah Zikir Pagi, Jumat (30/7/2021)

Hadits larangan minum sambil berdiri

1) Hadits yang diceritakan Anas bin Malik RA 

عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ نَهَى أَنْ يَشْرَبَ الرَّجُلُ قَائِمًا

Artinya: Dari Nabi SAW bahwasanya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri. "Qatadah berkata bahwa mereka kala itu bertanya (pada Anas), "Bagaimana dengan makan (sambil berdiri)?" Anas menjawab: "Itu lebih parah dan lebih jelek." (HR Muslim).

2) Hadits yang diceritakan Abu Hurairah RA 

لاَ يَشْرَبَنَّ أَحَدٌ مِنْكُمْ قَائِمًا فَمَنْ نَسِىَ فَلْيَسْتَقِئْ

 Artinya: "Janganlah sekali-kali salah seorang di antara kalian minum sambil berdiri. Apabila dia lupa maka hendaknya dia muntahkan." (HR Muslim).

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

3) Hadits yang diceritakan Al Jarud bin Al 'Ala RA 

أن النبي صلى الله عليه وسلم نهى عن الشرب قائما

Artinya: "Bahwa Nabi SAW melarang minum sambil berdiri." (HR At Tirmidzi , beliau berkata: hadits ini gharib dan hasan. Syaikh Al Albani menshahihkan dalam Shahih wa Dhaif Sunan At Tirmidzi No. 1880).

4) Hadits yang diceritakan Abu Sa'id Al-Khudri RA

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَجَرَ عَنِ الشُّرْبِ قَائِمًا

Artinya: "Nabi SAW sungguh melarang dari minum sambil berdiri. (HR Muslim).

Berdasarkan hadits larangan minum sambil berdiri tersebut, para ulama sepakat makan atau minum sambil duduk lebih utama daripada makan atau minum sambil berdiri.

C. Tutup Aurat Laki-Laki Mulai Lutut hinga Paha?

Menurut jumhur ulama 4 mazhab, paha termasuk aurat bagi laki-laki.  Muhammad bin Jahsy ra mengatakan, Rasulullah SAW melewati Ma'mar, waktu itu kedua paha Ma'mar dalam keadaan terbuka. Lalu, Nabi SAW bersabda:

"Hai Ma'mar, tutuplah kedua pahamu itu. Sungguh kedua paha itu aurat." (HR. Ahmad dan Bukhari)

Larangan menampakkan paha ini juga disebutkan dalam hadits lain. Ali ra. mengatakan, Rasulullah SAW bersabda, "Janganlah engkau menampakkan pahamu. juga janganlah engkau melihat pada orang lain baik yang masih hidup maupun yang sudah mati." (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Merujuk pada hadits di atas, paha termasuk aurat laki-laki karena berada di antara pusar dan lutut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya