Sogokan untuk Dapatkan Kerja, Bagaimana Gaji yang Diterima Halal atau Haram?

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 30 Agustus 2021 09:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 30 330 2463130 sogokan-untuk-dapatkan-kerja-bagaimana-gaji-yang-diterima-halal-atau-haram-8dHXmX8Ros.jpg Sogok untuk mendapat pekerjaan, gaji yang diterima halal atau haram? (Foto: Dok Okezone)

SOGOKAN untuk mendapatkan pekerjaan saat ini banyak terjadi. Ini karena zaman saat ini banyak yang membutuhkan lapangan kerja, namun lowongan kerja tak sebanding dengan jumlah pencari kerja. Maka tak heran banyak yang melakukan cara kotor dengan menyogok.

Lalu, bagaimana hukum menyogok agar mendapatkan pekerjaan dengan mudah? Anggota Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Endang Mintarja, menjelaskan pada prinsipnya menyogok atau risywah adalah haram. Bahkan dilaknat Allah SWT dan Rasul-Nya sebagaimana sabda Rasulullah SAW: 

١- [عن عبدالله بن عمرو:] لعنَ رسولُ اللَّهِ ﷺ الرّاشيَ والمُرتشيَ قالَ يزيدُ: لعنةُ اللَّهِ على الرّاشي والمُرتشي

أحمد شاكر (ت ١٣٧٧)، مسند أحمد ١١‏/٤٧ • إسناده صحيح • شرح رواية أخرى

Baca Juga: 9 Tanda Muslim Meninggal Husnul Khatimah

Kiai Endang menambahkan, Perilaku menyogok atau suap di antara akhlak yang buruk dan dapat merusak jiwa bagi orang yang terlibat di dalamnya. Bahkan dampak buruknya dapat berkaitan dengan hak orang lain. “Yakni bisa saja orang yang menyogok merebut hak orang lain yang kehilangan haknya akibat sogokannya itu,” ujar kiai Endang.

Selain itu, kata Kiai Endang, orang yang melakukan suap atau risywah, akan mendapatkan laknat dari Allah dan Rasul-Nya. “Sehingga pelakunya tidak berhak atas Rahmat Allah dan syafaatnya Rasulullah SAW,” jelasnya.

Baca Juga: Sabar Bukan karena Manusia Mampu Melakukan, tapi Atas Izin Allah Ta'ala

Lantas bagaimana dengan gaji yang didapat dari pekerjaan hasil menyogok?

Kiai Endang menjelaskan, segala sesuatu yang didapatkan dengan cara yang haram maka hukumnya haram. Dia menegaskan, pemakan harta yang haram akan masuk neraka. 

Baca Juga: Begini Akibat Jika Bersandar Harapan dan Mencari Ridha kepada Manusia

١- [عن جابر بن عبدالله:] لا يدخلُ الجنَّةَ لحمٌ نبتَ من سحتٍ وكلُّ لحمٍ نبتَ من السُّحتِ كانتِ النّارُ أولى بِهِ

ابن حجر العسقلاني (ت ٨٥٢)، تخريج مشكاة المصابيح ٣‏/١٣٤ • [حسن كما قال في المقدمة]

Kiai Endang menuturkan, Sebagaimana hadits ini, dijelaskan bahwa tubuh yang tumbuh dari hasil yang haram (suht) lebih pantas masuk neraka. “Kemudian hasil haram itu juga seyogianya tidak diberikan untuk menafkahi keluarga atau lainnya,” kata dia melansir laman MUI.

Sebagaimana kaidah fiqih dijelaskan:

ما حرم أخذه حرم إعطائه

Kiai Endang menjelaskan, dalam konteks ini, maka kaidah tersebut dapat bermakna segala pendapatan haram, maka haram pula untuk diberikan. Menurutnya, memberikan yang haram sama dengan memberikan api.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Bahkan, kata kiai Endang, jika hasil yang haram disedekahkan, maka tidak akan bernilai pahala.

“(Sebab) Allah hanya menerima sedekah dari harta yang bersih,” kata dia sembari menukilkan hadits Rasulullah SAW berikut:

٤٩- [عن عبدالله بن عمر:] لا تُقبلُ صدقةٌ من غُلولٍ ولا صلاةٌ بغيرِ طُهورٍ

أحمد شاكر (ت ١٣٧٧)، مسند أحمد ٧‏/٧٧ • إسناده صحيح • شرح رواية أخرى

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya